Dukung Program MBG Pemda Boven Tengah Bentuk Satgas MBG
Staf Ahli bidang ekonomi dan keuangan Setda Boven Digoel Drs.Jeffri Hanny izaak Nirahu
Tanah Merah, PSP – Dalam rangka Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten Boven Digoel, Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel saat ini tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG.
Staf Ahli bidang ekonomi dan keuangan Drs.Jeffri Hanny izaak Nirahu, menilai pembentukan (Satgas) menjadi langkah penting guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama bagi para pelajar di wilayah kabupaten Boven Digoel.
Dijelaskan Jeffri, Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan gizi anak sekolah, sekaligus mendorong kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, agar program ini berjalan maksimal, diperlukan koordinasi lintas sektor yang kuat dan terstruktur.
Staf Ahli Bupati Kabupaten Boven Digoel, Jeffri Nirahua, mengatakan pembentukan Satgas MBG akan berfungsi sebagai lembaga pengawasan, pendampingan, serta pelaporan pelaksanaan program di lapangan.
“Satgas ini nantinya akan memantau pelaksanaan program di setiap sekolah, memastikan bahan makanan yang digunakan memenuhi standar gizi dan higienitas,” ujar Jeffri Nirahua saat ditemui di ruang kerjanya Jumat kemarin.
Selain itu, menurut Jeffri , Satgas juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya agar setiap tahapan program berjalan sesuai pedoman teknis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Jeffri menambahkan bahwa Satgas MBG akan dibentuk di tingkat kabupaten hingga distrik. Dengan begitu, setiap wilayah memiliki tim yang fokus memantau distribusi bahan pangan serta pelaksanaan kegiatan makan bergizi gratis di sekolah-sekolah.
Pemerintah daerah berharap, dengan adanya Satgas MBG, pelaksanaan program ini dapat berjalan transparan, tepat sasaran, dan membawa dampak positif bagi peningkatan kesehatan serta semangat belajar pelajar di Kabupaten Boven Digoel. “Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga soal pendidikan gizi dan kesehatan bagi anak-anak kita. Karena itu, pengawasan dan evaluasi rutin sangat dibutuhkan,” katanya.[VER-NAL]
