Pemda Merauke Lakukan Pelatihan Manajemen Kampung Wisata Rintisan untuk OAP

0
Pembukaan pelatihan pengelolaan manajemen kampung wisata kategori rintisan bagi OAP

Pembukaan pelatihan pengelolaan manajemen kampung wisata kategori rintisan bagi OAP

Merauke, PSP – Pemerintah Daerah (Pemda) Merauke melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten Merauke menggelar pelatihan pengelolaan manajemen kampung Wisata kategori rintisan bagi Orang Asli Papua (OAP) bertempat di Bell Hotel Merauke, Senin (13/10).

Pelatihan tersebut digelar selama 3 hari pada 13-15 September 2025 dengan berbagai peserta yang terdiri dari perwakilan aparat kampung dan Bamuskam dari 4 kampung wisata kategori rintisan kawasan perbatasan yaitu kampung Sota, Yanggandur, Rawa Biru dan kampung Wasur, kelompok sadar wisata, perwakilan pelaku usaha pariwisata, perwakilan pelaku ekonomi kreatif kawasan perbatasan Sota, perwakilan tokoh adat, tokoh Agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola kampung wisata dengan keterampilan manajerial, pemasaran, pelayanan, pengembangan produk pariwisata hingga pengelolaan keuangan dan administrasi kampung Wisata.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze menyampaikan bahwa dalam konteks perencanaan, Pariwisata menjadi salah satu andalan dan tahun 2026 tahun pertama RPJMD yang baru bisa dilaksanakan.

“ Kenapa dituangkan di RPJMD, karena daerah harus berpikir pembangunan dapat dirasakan seluruh daerah dan pelosok. Namun masih lemah di keuangan apa lagi di tengah efisiensi sehingga butuh strategi untuk bisa menjangkau dan menyentuh seluruh daerah,” ujar Bupati Yoseph dalam sambutannya.

Bupati Yoseph juga menjelaskan, dalam mengembangkan pariwisata harus dilihat potensi yang ada di kampung atau daerah yang bisa mendongkrak kehidupan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

“ Perlu memaksimalkan potensi yang ada di daerah salah satunya pariwisata yang harus dikembangkan yakni menyediakan kebutuhan yang akan mendukung kemajuan objek pariwisata,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam mengembangkan kampung wisata kategori rintisan maka perlu mencari model sehingga menjadikan objek wisata yang menarik yang diawali dengan menyiapkan SDM secara baik.

“ Konsepnya harus kita gali bersama untuk kota siapkan bersama. Kita bicara yang ada untuk kita kelola dan kembangkan jadi daerah wisata yang menarik. Wisata juga jadi potensi yang baik untuk kita gali dan orang bisa gantungan hidupnya dari pariwisata,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat harus siap untuk terlibat memajukan daerahnya bukan hanya semangat di awal tetapi tetap konsisten terus mencoba dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda. “ Jangan menyerah dengan keadaan. Semua orang diciptakan sempurna maka manfaatkan kesempurnaan untuk hidup mandiri, harus memulai mengelola potensi yang ada untuk menjadi sumber pendapatan. Kita membiasakan diri untuk tidak meminta tapi menghasilkan sesuatu,” tutupnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *