Gubernur Papua Selatan Singgung Penyusunan Daftar Calon Sementara Pemilu  di Mukerwil II PPP

0
Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Selatan.

Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Selatan.

Merauke, PSP — Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyinggung pentingnya penyusunan daftar calon sementara (DCS) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2030.

Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Selatan yang digelar di Hotel Halogen Merauke, Selasa (23/9).

Gubernur berharap Mukerwil ini dapat menghasilkan arah kebijakan partai ke depan, sekaligus memperkuat posisi PPP dalam menghadapi dinamika politik yang kian cepat di tengah perkembangan teknologi.

“Waktu kita efektif tinggal dua tahun. Mungkin tahun depan, semua partai sudah mulai menyusun daftar calon sementaranya,” ujar Safanpo dalam sambutannya.

Menurutnya, meskipun Pemilu telah berlangsung pada Februari 2024, persiapan untuk Pemilu selanjutnya yang diperkirakan digelar pada 2029 harus segera dimulai. Artinya, waktu tersisa hingga tahapan pencalonan sangat terbatas.

Gubernur Safanpo mendorong pengurus PPP, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk segera melakukan konsolidasi internal dan membentuk struktur kepengurusan yang solid.

“Pengurus provinsi dan empat kabupaten di Papua Selatan harus segera konsolidasi dan membentuk pengurus yang benar-benar mau bekerja,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih kader yang tidak hanya bersedia bekerja, tetapi juga mampu mengambil hati rakyat. Menurutnya, loyalitas rakyat bisa dibangun lewat pendekatan yang penuh pelayanan dan karya nyata.

“Orang bisa setia kepada kita karena dua hal: karena takut, atau karena sayang. Kalau kita ingin mereka setia karena sayang, ya kita juga harus menyayangi mereka,” ujar Apolo.

Gubernur Safanpo meyakini kedekatan dengan rakyat merupakan strategi efektif untuk mempertahankan kepercayaan publik, meskipun ada partai baru yang mungkin mencoba menarik simpati masyarakat.

“Kalau kita dekat dan terus melayani rakyat, mereka tidak akan berpaling, walaupun ada partai baru datang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan oleh PPP harus diarahkan untuk membangun kedekatan dengan rakyat dan memperkuat basis dukungan di akar rumput. Evaluasi dan langkah-langkah strategis ke depan, menurutnya, bisa disusun berdasarkan hasil Mukerwil ini.

“Mudah-mudahan Mukerwil ini menghasilkan keputusan yang baik dan optimal untuk pengembangan dan transformasi PPP ke depan,” pungkasnya. Acara ditutup dengan prosesi pembukaan resmi Mukerwil II PPP Provinsi Papua Selatan tahun 2025 oleh Gubernur Apolo Safanpo dengan menabuh tifa, sebagai simbol dimulainya kegiatan musyawarah kerja wilayah. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *