Sejumlah Warga di Merauke Gelar Aksi Tolak Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan
Tampak sejumlah warga berkerumun di kantor Gubernur Papua Selatan saat aksi demonstrasi kemarin.
Merauke, PSP — Sejumlah warga yang menamakan Komite Aksi Selamatkan Demokrasi dan Lingkungan Papua Selatan menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (15/9).
Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan penolakan terhadap sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan tatanan demokrasi di Papua Selatan.
Aksi damai ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, yang menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan menyentuh persoalan penting, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Persoalan yang kalian angkat ini berkaitan dengan kebijakan, mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah,” ujar Paskalis.
Menurutnya, penyelesaian atas isu yang disuarakan Komasdeling memerlukan koordinasi lintas sektor dan lintas kewenangan, karena tidak semua kebijakan berada di tangan pemerintah provinsi.
“Jadi tidak bisa serta-merta saya sebagai Wakil Gubernur langsung menjawab. Hal ini butuh koordinasi dan forum bersama agar bisa dicari solusi terbaik,” tegasnya.
Paskalis bilang penting membuka ruang dialog resmi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, DPR, aparat keamanan, masyarakat adat, serta pelaku usaha.
“Kalau kita berdiskusi hanya di jalan, itu kurang etis dan hanya membuang energi. Lebih baik kita buka forum resmi, di mana semua unsur hadir. Dengan begitu, tidak ada yang merasa ditinggalkan, dan kita bisa menemukan jalan keluar yang adil dan damai,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Wakil Gubernur mendorong agar semua pihak berpikir konstruktif dan partisipatif dalam merumuskan solusi atas persoalan yang berkaitan dengan tanah, lingkungan, dan keberlanjutan masyarakat lokal. Saya harap kita bisa duduk bersama, membuka ruang dialog, dan menghadirkan semua pihak yang terkait. Dengan begitu, kita bisa memahami persoalan secara utuh dan mencari solusi yang menjaga kedamaian, keselamatan, dan keadilan bagi semua,” pungkas Paskalis. [ERS-NAL]
