Inflasi di Merauke Laju, Pj. Sekda PPS : Pemerintah sedang melakukan pemetaan kebutuhan pangan

0
Drs. Maddaremmeng

Drs. Maddaremmeng

Merauke, PSP – Pemerintah Provinsi Papua Selatan tengah melakukan langkah menyusul lonjakan inflasi yang mencapai 5,45 persen di Merauke pada Juli 2025, menjadikannya wilayah dengan inflasi tertinggi di Indonesia bulan ini.

Data tersebut disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Merauke dan dikonfirmasi oleh Pemerintah Kabupaten Merauke.

Menanggapi situasi ini, Pj. Sekretaris Daerah Papua Selatan, Drs. Maddarammeng, menyatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan dinas terkait, pedagang, hingga petani lokal.

“Inflasi kali ini dipicu oleh naiknya harga komoditas hortikultura seperti bayam, kangkung, cabai, dan bawang,” ujar Pj. Sekda Maddarammeng di Merauke, Kamis (7/8).

Pemerintah saat ini sedang melakukan pemetaan kebutuhan pangan di Merauke. Setelah data kebutuhan tersedia, pemerintah akan menghitung kapasitas produksi lokal dan mengambil langkah intervensi jika terjadi kekurangan pasokan.

“Jika ada selisih antara kebutuhan dan pasokan lokal, maka kita akan intervensi. Apakah didatangkan dari luar atau dengan kebijakan lainnya itu sedang kami pikirkan,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah biasanya memberikan subsidi biaya angkut bagi pedagang yang mendatangkan barang dari luar Merauke.

“Biasanya pedagang itu sendiri nantinya akan mendatangkan barang, tapi pemerintah memberikan subsidi biaya angkutannya,” ungkap Pj. Sekda Maddaremmeng.

Selain itu, Pemprov Papua Selatan mendorong agar gerai pangan murah yang digelar di Kabupaten Merauke mampu menyediakan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum. “Harusnya di gerai pangan mesti lebih murah,” tandasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *