Ini Sejumlah Akses Jalan di Merauke yang Bakal Diperbaiki Pemprov Papua Selatan
Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.,MT
Gubernur Safanpo : Untuk dukung distribusi
Merauke, PSP — Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen memperkuat sektor distribusi barang dan jasa di wilayahnya, khususnya di Kabupaten Merauke. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyatakan dukungan itu diwujudkan melalui pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan akses transportasi darat, laut, dan udara.
Gubernur Safanpo menegaskan bahwa pada tahun 2025 ini, fokus utama pemerintah provinsi adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah ruas strategis di Merauke.
“Perbaikan, perawatan dan peningkatan jalan dimulai dari ruas jalan pertama, yakni dari Jembatan Tujuh Wali-Wali hingga ke lampu merah Sidomulyo di Kuprik,” kata Gubernur Safanpo saat kunjungan kerja di Kampung Harapan Makmur baru-baru ini.
Ruas jalan lainnya yang turut diperbaiki adalah jalur dari Kuprik menuju Tugu Benni Moerdani, serta ruas jalan dari Simpang Tiga Tanah Miring hingga Jembatan Netto, yang memiliki panjang sekitar 26 kilometer.
“Kita harapkan, seluruh pekerjaan jalan ini dapat diselesaikan pada Desember 2025 nanti,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus berlanjut. Tahun ini, Pemprov Papua Selatan melanjutkan proyek jalan yang dimulai pada 2024 lalu dari pertigaan Salor menuju Gustavira. Pada 2025, pekerjaan jalan dilanjutkan dari Gustavira ke Kurik.
Rencana jangka menengah pembangunan jalan juga sudah disusun. Pada 2026, pembangunan dilanjutkan dari Kurik ke Kumbe, kemudian dari Kumbe ke Bian pada 2027.
“Kami juga akan bangun pelabuhan di Kali Bian sebagai bagian dari integrasi jaringan distribusi,” tambah Safanpo.
Ia menambahkan, Jembatan Bian yang terletak di kawasan Tamulik direncanakan akan diresmikan pada akhir Agustus 2025 dan sudah dapat digunakan masyarakat.
Safanpo menegaskan bahwa upaya peningkatan konektivitas tidak hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi, tetapi juga didukung oleh pemerintah pusat dan kabupaten, yang terus bersinergi meningkatkan konektivitas antar moda transportasi. “Untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, kami juga berupaya menyediakan pasar bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha lainnya agar bisa memasarkan hasil produksinya dengan lebih baik,” tutupnya. [ERS-NAL]
