KTNA Sebut Hama Tungru yang Serang Padi Belum ada Obatnya
Merauke, PSP – Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) kabupaten Merauke, Sukarmin sebelumnya mengatakan bahwa sebagian besar lahan padi di kabupaten Merauke untuk musim tanam kedua tahun ini banyak yang terserang hama penyakit Tungru yang menyebabkan padi tidak bisa dipanen.
“ Ini sebagian besar terserang hama penyakit semacam Tungru, itu merajalela hampir di semua lokasi termasuk di daerah Serapu, Urumb itu yang memang jarang pakai pupuk kimia itu kena serangan penyakit merah,” katanya saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.
Sukarmin menuturkan hal tersebut juga bisa dilihat dari hasil produksi dari beberapa petani yang telah memanen tanaman padinya, dimana gabah yang dihasilkan jauh menurun dibandingkan musim tanam Rendeng yang lalu bahkan penurunannya cukup signifikan.
“ Dampaknya yang jelas sangat merugikan bagi petani karena memang saya sudah sempat mengeringkan gabahnya petani itu 3 kali, yang pertama itu 103 karung 5 orang punya jadi ada yang 17 karung, 24 karung, yang paling banyak kemarin itu 33 karung. Kalau rendengan kemarin itu diatas 80 karung per hektar, saya sendiri dapat 105 karung satu hektar untuk panen rendeng kemarin,” lanjutnya.
Dirinya menjelaskan hingga saat ini hama penyakit Tungru tersebut belum bisa dikendalikan dan belum ada obat untuk mengatasinya.
“ Penyakit hama tungru ini sangat meresahkan petani, sampai detik ini belum ada obatnya dan belum bisa ditanggulangi ditambah cuaca yang ekstrim itu menambah parah mempercepat penyebaran penyakit merah ini,” lanjutnya.
Untuk itu, dirinya berharap perhatian dari Pemerintah terhadap petani-petani di kabupaten Merauke yang lahanya terdampak dari serangan hama penyakit ini. “ Harapan kami sebagai petani mungkin pemerintah ikut serta turun tangan, karena memang ini alam sulit ditanggulangi tapi setidaknya kalau pemerintah nanti ikut turun tangan bagaimana memberikan solusi kepada petani yang kena dampak penyakit merah ini,” pungkasnya.[JON-NAL]
