SD YPK Mopah Lama Masih Tunggu Realisasi Program MBG

0
Magdalena N. Basaur, S.Pd., Gr.

Magdalena N. Basaur, S.Pd., Gr.

Merauke, PSP – Meski dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tersedia, SD YPK Mopah Lama hingga kini masih menunggu realisasi program tersebut. Harapan besar tetap menggantung, terutama karena sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Kepala UPTD SD YPK Mopah Lama, Magdalena N. Basaur, S.Pd., Gr., menyampaikan pihaknya mendapat kabar kalau dapur yang akan digunakan nanti milik SMK Negeri 2 Merauke. Karena jumlah siswa di sana masih sedikit, dapurnya belum digunakan, dan kini dialihkan untuk mendukung MBG di Merauke.

“Dapurnya itu sudah jadi, dong pakai yang di SMK negeri 2 jadi karena siswa disana masih sedikit dapurnya tidak dipakai dong bilang, jadi sudah datang lagi data jumlah siswa, katanya kemungkinan bulan ini sudah terealisasi,” ujar Magdalena saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/7).

Namun, di tengah harapan itu, Magdalena juga menyuarakan kekhawatiran. Ia mengaku beberapa kali pihak dari AURI datang melakukan pendataan, tapi hingga kini belum ada kejelasan kapan program benar-benar berjalan.

“Terus sy bilang, aduh bapak ijin dari auri dong datang sudah berapa kali tapi sampai sekarang belum terealisasi, jangan sampai ini lagi datang hanya data saja tapi realisasi nya tidak ada,” keluhnya.

Magdalena bilang dirinya tidak ingat secara pasti dari instansi mana tim pendata berasal, namun disebutkan bahwa mereka berada di bawah AURI yang disebut-sebut sebagai pengelola program.

“Sy juga tidak ingat persis nya yang datang data dari mana saya lupa, tapi dong bilang di bawah AURI mereka ini pengelola nya begitu,” tambahnya.

Sebagai informasi, lebih dari 90 persen siswa SD YPK Mopah Lama merupakan Orang Asli Papua (OAP). Banyak dari mereka yang harus membantu orang tua bekerja, bahkan datang ke sekolah dalam keadaan perut kosong. Kondisi ini tak jarang membuat kehadiran siswa menurun. Dengan adanya program MBG, pihak sekolah berharap para siswa bisa lebih fokus belajar tanpa harus memikirkan makanan di rumah. Magdalena optimistis, kalau program ini benar-benar terealisasi, semangat belajar anak-anak akan jauh lebih baik.[CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *