Kuda Lumping, Hiburan Rakyat dan Budaya yang Harus Dilestarikan
Pagelaran Kuda Lumping di Tanah Miring sebagai hiburan rakyat sekaligus pelestarian budaya
Merauke,PSP – Pemerintah Kampung Yasa Mulia, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, menggelar pagelaran kuda lumping mewarnai 1 Muharram 1447 Hijriah atau tahun baru Islam, Sabtu (28/6/2025).
Kepala Kampung Yasa Mulia, Daniel Salmon mengatakan 1 Muharram merupakan momen bersejarah bagi umat Muslim. Di momen yang sama juga pemerintah kampung melakukan bersih-bersih kampung. Pagelaran kuda lumping ini sudah dilakukan setiap tahun tahunnya, mengingat warga sekitar dominan warga dari transmigrasi yang merupakan dari Jawa.
Menurutnya, selain menjadi hiburan rakyat, kuda lumping juga merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia dari suku Jawa yang harus dilestarikan. Dengan pagelaran ini bisa mempererat tali silaturhami antar warga.
“Ini kan sudah bagian dari budaya bangsa kita (kuda lumping,red), kita harus sama-sama melestarikan”, tutur Salmon, kemarin.
Untuk pemain daripada kuda lumping itu, tak lain adalah warga Yasa Mulia dan beberapa dari Jegebob. “Harapannya, budaya bangsa ini terus terjaga dan tidak tergerus dengan perkembangan jaman”, tukasnya. Pantauan media di lapangan, pagelaran itu menyedot perhatian Masyarakat hingga membludak menyaksikan acara tersebut, baik warga sekitar maupun warga dari kota Merauke.[FHS-NAL]
