Diduga Keracunan Makan, 184 Orang Dilarikan Ke RSUD Boven Digoel, 17 diantaranya Anak-anak
Press Release terkait dugaan keracunan Makanan yang dilaksanakan polres Boven Digoel
Tanah Merah, PSP – Diduga Keracunan Makanan, 184 Orang Harus dilarikan ke RSUD Boven Digoel untuk mendapatkan perawatan secara insentif, dari 184 orang. 20 orang dilakukan perawatan Inap yang terdiri dari 17 orang anak-anak dan 3 orang dewasa. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Boven Digoel Dokter Novita Tandiayu saat Press Release di Mapolres Boven Digoel kemarin
Dikatakan direktur RSUD Boven Digoel, Gejala yang timbul dari 184 orang tersebut, yakni muntah pusing serta BAB encer, dan hingga saat ini, semua pasien tersebut sudah mendapatkan perawatan yang efektif dan sudah di kembalikan ke rumah masing-masing, termasuk 20 orang uang mendapatkan perawatan inap di RSUD Boven Digoel.
Lebih lanjut Novita menuturkan, sesuai dengan keterangan dari Pasian setelah di ambil keterangan, bawasannya gejala itu muncul setelah mereka mengkonsumsi makanan nasi bungkus di sebuah acara di Kampung Mawan Distrik Mandobo kabupaten Boven Digoel, terkait makan tersebut, pihaknya melalui Dinas Kesehatan dan Polres Boven Digoel sudah mengambil sampel untuk diperiksa, dan hingga saat ini pihaknya masih menunggu dari hal lab tersebut.
“Kita sudah bekerja sama dengan dinas kesehatan dan polres Boven Digoel kita sudah ambil sampel dari makan tersebut dan sudah dikirim ke Jayapura untuk do periksa, dan saat ini kita masi menunggu hasilnya dari Jayapura,”ungkapnya.
Sementara di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Boven Digoel, AKP Rahmad Ridho Satrio, SIK mengatakan, terkait dengan dugaan keracunan makanan tersebut pihaknya tengah mendalami, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, termasuk penyedia makanan, dan korban yang mengalami keracunan tersebut.
Kasat reskrim menyebut, kejadian itu terjadi di Kampung Mawan Distrik Mandobo, dimana pada saat itu masyarakat tengah menghadiri kampanye dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil Bupati Boven Digoel, sementara terkait makanan tersebut dipesan melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh tim tersebut. Dan hingga saat ini pihaknya tengah mendalami hal tersebut.
“Setelah kita menerima laporan kita langsung turun ke TKP, dan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, saat ini kita Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, sementara Sampel dari makan tersebut kita sudah kirim ke Jayapura untuk di periksa lebih lanjut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,”ungkapnya.
Sementara itu Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, SH, SIK, M.M, CPH mengajak masyarakat Boven Digoel untuk tetap tenang, dan tidak percaya dengan informasi atau berit-berita hoax yang berkembang di media sosial, namun tetap menjaga situasi Kamtibmas di kabupaten Boven Digoel agar tetap aman dan damai. Mengingat situasi Boven Digoel saat ini adalah memon pelaksanaan pesta demokrasi atau PSU yang tengah berproses, untuk itu hindari dari hal-hal yang provokatif yang dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
“Saya mengajak semua masyarakat, mari kita sama-sama jaga kabupaten Boven Digoel, agar tetap damai terutama saat ini Boven Digoel lagi melakukan PSU, tentu ini adalah pesta demokrasi kita semua jadi kita harus jaga ketertiban, kedamaian hingga proses PSU ini berjalan dengan aman dan lancar,”ungkapnya. Sementara pantauan media ini, hadir dalam Press Release tersebut Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, SH, SIK, M.M, CPH, Dandim 1711/bvd, Letkol Inf Andry Christian. Ketua DPRK Boven Digoel Simon Akka, Sekda Boven Digoel Drs Philemon Tabuni, Kasat Reskrim Polres Boven Digoel AKP Rahmad Ridho Satrio, SIK Dan Direktur RSUD Boven Digoel Dokter Novita Tandiayu.[VER-NAL]
