Saat Sakit Tak Terduga Menyerang, JKN Hadir untuk Rahmat

0
WhatsApp Image 2025-06-18 at 13.46.18_a8e745ad

Merauke, PSP – Bagi Rahmat (25), seorang peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, hari itu awalnya tampak seperti biasa. Ia sedang menyelesaikan pekerjaannya. Namun, menjelang siang hari, ia mulai merasakan pusing yang tidak biasa. Awalnya ia kira hanya karena cuaca panas atau kurang tidur, tapi rasa sakit di kepala yang dialaminya semakin tajam dan menusuk.

“Saya pikir cuma masuk angin atau kecapekan biasa. Tapi makin lama, pusingnya makin berat sampai badan saya lemas, dan pandangan jadi kabur. Saya sampai tidak bisa berdiri,” cerita Rahmat saat ditemui di ruang rawat inap RSAL Merauke pada Selasa (17/06).

Melihat kondisinya yang memburuk, saudara Rahmat segera membawanya ke Puskesmas terdaftar. Setelah diperiksa, tenaga medis menyarankan agar Rahmat segera dirujuk ke rumah sakit karena gejalanya mengarah ke tekanan darah tinggi disertai kemungkinan komplikasi neurologis. Di tengah kekhawatiran akan kesehatannya, muncul juga ketakutan soal biaya perawatan yang harus ditanggung.

Namun, kekhawatiran itu seketika sirna saat petugas administrasi rumah sakit memberitahu bahwa Rahmat terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya benar-benar lega. Saat itu saya tidak sanggup mikir biaya rumah sakit. Tapi ternyata, karena saya rutin bayar iuran BPJS tiap bulan, semua ditanggung. Rasanya seperti dapat pertolongan di waktu paling genting,” ungkap Rahmat dengan nada haru.

Di rumah sakit, Rahmat menjalani observasi selama beberapa hari. Tim medis memantau tekanan darahnya dan memberikan terapi untuk mengatasi gejala nyeri kepala yang parah. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan dan pengobatan, kondisinya perlahan membaik dan ia diizinkan pulang.

Pihak fasilitas kesehatan juga memuji kesigapan Program JKN yang memungkinkan pasien seperti Rahmat langsung ditangani tanpa harus membayar uang muka atau menunda pengobatan karena kendala biaya.

“Kepesertaan aktif Rahmat sangat membantu. Kami sebagai faskes mitra BPJS Kesehatan bisa langsung memberikan pelayanan sesuai prosedur tanpa hambatan. Ini penting sekali, apalagi dalam kondisi darurat,” ujar salah satu petugas administrasi rumah sakit.

Kisah Rahmat merupakan contoh nyata bagaimana Program JKN telah menjadi jaring pengaman bagi masyarakat dari risiko finansial akibat sakit. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap individu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol menyampaikan bahwa kisah-kisah seperti Rahmat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kepesertaan aktif.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk tidak menunda-nunda pembayaran iuran dan memastikan status aktif, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang,” ujar Erika.

Program JKN sendiri merupakan bentuk nyata semangat gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu. Melalui kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan peserta, JKN telah memberikan perlindungan kesehatan.

Rahmat kini sudah berangsur membaik. Ia mengaku semakin yakin akan pentingnya jaminan kesehatan. “Kalau bukan karena BPJS, saya tidak tahu bagaimana nasib saya kemarin. Mungkin harus berutang atau tidak bisa dirawat dengan layak,” tutupnya. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *