23 Juli 2024

Bupati Romanus Temui Guru yang Berdemo,  Ini Point yang Disepakati

0

Lagu ‘Guru Oemar Bakrie’ Berkumandang hingga Kapolres mendadak ‘Bak Selebritis’ warnai Demo Guru di Merauke

Merauke, PSP – Ribuan guru di kabupaten Merauke yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Merauke menggeruduk kantor Bupati Merauke, Senin (22/4) kemarin. Kedatangan mereka untuk bertemu Bupati Merauke, Romanus Mbaraka untuk menolak Surat Keputusan (SK) Bupati Merauke mengenai pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru yang mereka anggap rendah yaitu Rp. 500 Ribu per bulan.

Kedatangan ribuan guru tersebut bahkan membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah terhenti akibat dari hampir seluruh guru yang turun mengikuti aksi tersebut.

Dari pantauan media ini, setelah beberapa jam para guru menyampaikan aspirasi dengan berbagai orasi, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka hadir ditengah-tengah para guru untuk menerima mereka untuk berdikskusi.

Wakil Ketua II PGRI Merauke, Lucky Liptiay para guru datang sangat banyak ada ribuan orang untuk bisa berkonsultasi dengan Bupati dan bupati meluangkan waktu untuk bertemu dengan audien.

“ Dalam pertemuan tadi, kita keputusan bersama beliau menyatakan bahwa setelah kita beragumentasi dengan regulasi yang ada maka dapat satu kesepakatan bahwa beliau menyatakan yang non sertifikasi (guru) akan ditambah, bukan Rp. 500 Ribu lagi tapi ditambah tidak tahu berapa masih dalam hitungan,” katanya kepada wartawan seusai pertemuan.

Kemudian dalam audiensi tersebut juga Bupati juga menyampaikan bagi guru sertifikasi karena payung hukum atau aturannya belum jelas maka akan dikonsultasikan lagi ke Jakarta untuk memastikan berdasarkan payung hukum itu nanti akan dibayar atau tidak karena Bupati tidak ingin ambil kebijakan diluar aturan yang ada.

Dengan pertemuan tersebut pihaknya secara garis besar merasa puas bisa bertemu pimpinan daerah, para guru disambut dengan baik dan dapat bangun komunikasi didalam meski belum memuaskan seluruhnya tetapi sudah ada komunikasi yang disampaikan langsung oleh Bupati Romanus. Dengan begitu, dirinya berharap para guru sudah bisa kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab di masing-masing sekolahnya.

“ Kita sudah bangun komunikasi dan komunikasi kita sudah dapat jalan keluar, saya kira dengan bijak bapak ibu guru akan kembali mengajar karena itu tugas dan tanggungjawab mereka mulai besok pasti sekolah, kalau ada yang jauh dan sekolah masih tutup itu kita masuk akal tapi kalau yang dekat-dekat pasti sekolah sudah jalan, kita tidak mau mengorbankan anak-anak,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan dari hasil pertemuan tersebut TPP guru yang non sertifikasi akan ditambah dan diupayakan diatas Rp. 700 Ribu.

“ Kesimpulan kita Rp. 500 ribu yang diberikan kepada para guru yang non sertifikasi itu akan ditambah, besarnya berapa ? karena 30 persen (PAD) dikasih batas oleh Depdagri dan pegawai kita jumlahnya kurang lebih 8 ribu ASN di Merauke, guru 2.840 orang ini harus saya hitung kembali, besaran tambahannya saya tidak bisa sebutkan tapi saya upayakan bertambah diatas Rp. 700-san ribu,” jelasnya.

Sedangkan untuk Guru yang sudah sertifikasi setelah merujuk kepada beberapa aturan mulai dari aturan-aturan sektoral dan juga aturan-aturan tersentral dibawah departemen Keuangan dan departemen Dalam Negeri, Permendikbud yang merupakan aturan sektoral, ini akan dikonsul kembali dan juga ada aturan-aturan tambahan yang tidak tertulis.

“ Untuk yang sertifikasi dan non sertfikasi termasuk yang terima TPG, 3T saya suruh staf hitung semua dulu tetapi yang akan saya laksanakan duluan penambahan khusus adalah kepada yang non sertifikasi, untuk sertifikasi saya coba bentuk tim terpadu bersama bapak ibu guru perwakilan nanti PGRI dan juga tim Pemda untuk konsul kembali rujukan mana Undang-Undang mana yang pemerintah daerah harus bisa berpijak sehingga alokasi untuk membayar, untuk mendapat TPP oleh para guru sertifikasi ini juga akan dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, pemandangan unik merwanai aksi demo yang dilakukan oleh ribuan guru dari berbagai sekolah dalam memperjuangkan hak mereka di depan  Bupati Merauke, Senin (22/4/2024). Lagu berjudul ‘Guru Oemar Bakrie’ tiba-tiba saja berkumandang yang diputar oleh operator dari mobil komando.

Kemudian disusul musik daerah Indonesia timur hingga Papua yang menyulut para guru yang sedang menunggu rekan mereka sedang berdiskusi dengan Bupati Merauke di dalam kantor, langsung berjoget ria. Seketika suasana sepi langsung meriah.

Lagu Guru Oemar Bakri termasuk dalam album Iwan Fals yang bertajuk Sarjana Muda yang dirilis pada 1981. Penjelasan mengenai lagu tersebut yang berbicara seorang guru. Dalam lagu itu, Oemar Bakrie disampaikan Iwan Fals memiliki sikap yang baik dan begitu peduli dengan murid-muridnya. “Lagu ‘Oemar Bakrie’, beliau adalah seorang guru yang baik, sederhana, bersahaja, ramah sama murid-muridnya. Sebenarnya cukup bijaksana juga. Tapi, karena gajinya dipotong sana sini untuk pengeluaran ini itu oleh pihak lain,” ucap Iwan Fals, seperti dikutip dari Kompas.com, edisi14/01/2021.

Kapolres Merauke mendadak ‘Bak Selebritis’

Kapolres Merauke, I Ketut Suarnaya mendadak bak selebritis lantaran jadi ajang berfoto oleh para guru yang ikut demo. Mereka meminta berpose dengan orang nomor satu di jajaran Polres Merauke itu usai memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada mereka. Melihat raut wajah Kapolres yang murah senyum, para guru bergantian meminta berfoto dan Kapolres pun mengiyakan saja. Mereka juga ada yang berbisik ke Kapolres seolah menyampaikan apa yang sedang dihadapi.

Tampak guru bergantian berpose dengan Kapolres Merauke, di sela-sela demo di kantor Bupati.

Sebelumnya, ketika menyampaikan pesan Kambtibmas, Kapolres meminta agar para guru tetap tertib dan santun dalam menyampaikan aspirasinya. Jangan sampai ada penyusup diantara para guru yang akan membuat ulah. Maka itu, sesama guru harus memperhatikan kiri dan kanan. Kehadiran Polri hanya memberikan kenyamanan di tengah-tengah aksi mereka. “Bapak/ibu sampaikan saja apa yang menjadi aspirasi dengan santun  sehingga tujuannya tersampaikan. Semoga ada win-win solution”, katanya.[JON/FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *