Milo dan Lem Aibon Jadi Atensi di RDP
Merauke, PSP – Ada dua hal yang digarisbawahi GAMKI Merauke, saat kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal kamtibmas di Kantor DPRD Merauke, Selasa (22/3). Hal itu juga disampaikan OKP yang turut hadir.
Yang pertama, meminta minuman keras lokal (milo) dihilangkan di Merauke. Selain membunuh, milo juga bisa mengakibatkan pembunuhan dan hal itu sudah terjadi. Pemicu timbulnya kriminalitas di Merauke, dominan akibat pengaruh minuman beralkohol.
Kemudian, ‘lem aibon’ yang menjadi momok besar bagi generasi Papua. Untuk itu, diharapkan ada suatu peraturan yang mengatur, agar yang bisa membeli lem tersebut, hanya orang dewasa yang benar-benar membutuhkan dan pengusaha. Jika yang membeli ainon itu anak kecil, dikuatirkan bisa mengganggu kenyamanan orang lain.
“Ini yang menjadi penegasan kami, miras lokal dan aibon,” ujar Ketua GAMKI Cabang Merauke, Regina Swabra, di sela-sela RDP itu.
Rapat tersebut diharapkan bisa menjadi momen memecahkan masalah yang terjadi, supaya semua orang yang mendiami Merauke juga aman. Semua pihak terkait diharapkan bisa sama-sama memikirkan solusinya.
Ia menyebut, dengan bermodalkan Rp 20.000, minuman memabukkan itu sudah bisa dibeli dan dikonsumsi beberapa orang. “Dengan 20.000 saja, sudah bisa beli Tapong (milo,red),” katanya.
Salah satu mahasiswa lainnya juga menyebut, miras bisa mmebawa akibat fatal. Maka itu, perlunya pembinaan bagi anak-anak muda agar tidak krisis ketrampilan. “Karena kalau anak muda tidak ada pembinaan, akan cenderung melakukan tindakan kriminal,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu juga, dari OKP menyampaikan hal serupa. Diman, milo dan aibon agar menjadi perhatian bersama.
Pihaknya juga mengapresiasi Polres Merauke dan Kodim 1707/MRK atas tindakan-tindakan yang sudah dilakukan di lingkungan masyarakat.
Di tempat yang sama, Wakapolres Merauke, Kompol Leonardo Yoga,S.IK mengaku, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menekan angka kriminal di Merauke. Salah satu yang paling menonjol, melakukan kegiatan patroli siang dan malam.Patroli juga dilakukan bersama TNI, yang tidak lain untuk menjaga kamtibmas. Dari sisi Reskrim juga melakukan hal yang sama.
Di samping itu, kata Wakapolres, Kapolres juga membuat program home industri dengan menggandeng masyarakat untuk meningkatkan kemampuan/skill masyarakat. “Ini juga bertujuan menekan angka kriminalitas. Karena kepentingan masyarakat itu, diatas segala-galanya,” sambung Wakapolres.[FHS-NAL]
