Warga Lampu Satu Kewalahan Akibat Kenaikan Air Laut
Kerusakan Perahu Nelayan Akibat Gelombang Laut, Foto PSPRADE. Foto: PSP/RADE
Merauke, PSP – Usai banjir rob beberapa waktu lalu di wilayah pesisir pantai lampu satu, kini terjadi kenaikan air laut yang cukup berpotensial dengan urukuran ketinggian gelombang mencapai 1 sampai 2 meter, sehingga mengakibatkan banyak perahu – perahu dan kapal – kapal nelayan lampu satu yang rusak karena tekanan air laut yang cukup besar.
Saat ditemui media ini, salah satu warga lampu satu Momo Salim mengatakan, kenaikan air laut ini sudah hampir lima hari terjadi, dan mengakibatkan kerusakan perahu, kapal, pagar rumah dan ada beberapa rumah warga yang rusak serta terendam air laut. Kami sampai saat ini masih kewalahan, karena sebentar jam 12:00 WIT air laut naik dan nanti berhenti di jam 15:30 WIT, air laut ini makin lama semakin ke daratan.
“Tahun – tahun sebelumnya tidak seperti ini, dan kami juga binggung dengan kejadian ini, makanya sebelum air naik ada warga yang timbun – timbun pasir dibelakang rumahnya yakni mereka timbun pasir pakai karung buat disusun di bagian tempat – tempat yang rawan masuk air laut, dan ada rumah yang roboh akibat pasir yang longsor,” ujar Momo saat ditemui disela-sela kesibukannya, belum lama ini.
Tambahannya, kami juga belum tau kapan air laut ini bisa kembali normal lagi, dan rata – rata perahu dan kapal yang kita parkir dibagian pinggir laut, sekarang semua sudah naik parkir didarat, bahkan ada perahu dan kapal yang sudah parkir dibelakang rumah – rumah warga. Dan sekarang ini warga sedang perbaiki perahu – perahu dan kapal – kapal yang rusak.
“Harapan kami pemerintah bisa melihat kejadian ini, karena air laut sudah semakin naik sampai di daratan dan kami juga sudah bingung mau buat apa. Tetapi kalau bisa mungkin ditaru batu-batu di bagian pantai lampu satu sampai pada ujung pantai yobar, tujuannya agar bisa menahan kekuatan air laut yang sangat besar, karena kalau tidak diperhatikan dari sekarang, maka tahun depan pasti akan lebih parah lagi,” tutupnya. [RADE-NAL]
