Perbaiki Masalah Pendidikan, Insentif Guru Ditingkatkan
Hengky Yaluwo
Merauke, PSP – Pendidikan adalah pondasi dasar pembangunan. Tanpa pendidikan yang baik, pembangunan suatu wilayah akan sulit terwujud. Maka suka atau tidak, perbaikan pendidikan harus terus ditempatkan sebagai prioritas.
Hal inilah yang dicermati oleh Bupati Kabupaten Boven Digoel, Hengky Yaluwo. Dia menilai persoalan pendidikan di wilayahnya, ada yang belum berjalan dengan baik, maka perbaikan harus dilakukan.
Sebagai langkah untuk melakukan perbaikan, Hengky mengaku akan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan dan memberikan perhatian lebih kepada para guru, yaitu dengan memberikan insentif yang memadai.
“Sebagai pemerintah daerah, kami juga siap untuk memfasilitasi apa yang menjadi tangungjawab pemerintah. Di bulan kelima pemerintahan kami, yang sudah jalan baik kami perbaiki, yang belum jalan kami rencanakan, yang sudah ada kami perbaiki,” terangnya di Kompleks Kapsul Waktu, belum lama ini.
Hengky menyebutkan bahwa rendahnya kualitas pendidikan secara umum terjadi di wilayah timur Indonesia. Sejalan dengan itu, sebagai pemerintah, ia mengaku akan terus mengupayakan berbagai langkah guna melakukan perbaikan.
“Ini memang kondisi umum di Papua, memang pendidikan kami ada beberapa yang tidak berjalan. Pertama kami sebagai pemerintah daerah sudah berupaya, karena infrastruktur kami belum terbentuk baik. Kalau jangkauan sebenarnya tidak menjadi persoalan. Selama seorang PNS itu sudah menandatangani pakta integritas yang sudah ditanda tangani sebelum tes ASN. Jadi punya tugas harus melaksanakan,” ujarnya.
Selain itu, Hengky mengemukakan bahwa perbaikan pendidikan akan dilakukan mulai dari daerah terdalam.
“Kami akan lebih banyak bicara guru yang ada di desa, atau kampung. Kami menambah insentif mereka, kesehatan, pendidikan. Kami akan selalu evaluasi dengan OPD terkait. Kira-kira kekurangan saudara dimana, sehingga guru tidak menjalankan tugas,” terangnya.
Apabila kemudian ditemukan bukti adanya ASN guru yang mangkir tidak menjalankan tugas, maka ia tidak segan-segan untuk memberikan sanksi.
“Kalau ada ASN yang tidak menjalankan tugas, maka akan kami pindahkan kedaerah lain. Karena sangat merugikan APBD itu sendiri,” pungkasnya. [WEND-NAL]
