Harga Bapok Naik, Harga Makanan Olahan Ikut Naik
Tempat Usaha Gorengan Budewi. Foto: PSP/Rade
Merauke, PSP – Harga beberapa bahan pokok naik. Kenaikan harga tersebut memicu kenaikan harga beberapa makanan olahan.
Saat di temui media ini, salah satu penjual gorengan Budewi mengatakan, kenaikan harga gorengan ini dinaikkan sesuai dengan kenaikan harga barang pokok dalam pembuatan gorengan seperti minyak goreng bimoli yang dulunya satu jeriken 5 liter Rp 80.000 ribu kini naik Rp 120.000 ribu, tepung terigu yang dulunya 25 kilo gram harganya Rp 170.000 ribu kini naik menjadi Rp 200.000 ribu, micin yang dulu 1 kilo gram harganya Rp 30.000 ribu sekarang naik Rp 40.000 ribu dan daun bawang yang dulunya perikatan besar harganya Rp 15.000 sekarang naik Rp 30.000.
“Kenaikan harga barang ini sampai sekarang kami sebagai penjual gorengan belum tau penyebanyanya apa, karena yang kami tau tahun-tahun sebelumnya jelang natal dan tahun baru, itu sebelum 15 hari natal dan tahun baru harga barang pasti meningkat dan itu wajar-wajar saja, tetapi saat ini belum bulan desember juga harga sudah meningkat, kami sebagai pedagang kecil bingung dengan kenaikan harga barang ini,” ungkap Budewi di sela-sela kesibukannya, Rabu (24/11/21).
Dia juga menambahkan, bahkan sekarang harga cabai rawit lebih mahal cabai rawit hijau di bandingkan cabai rawit merah dan harganya sendiri untuk cabai rawit hijau 1 kilo gram harganya Rp 30.000 ribu dan cabai rawit merah harganya Rp 20.000 ribu perkilo, kami merah aneh dengan peningkatan harga barang dan juga tidak ada keterangan tentang penyebab kenaikan harga barang ini.
“Harapan kami, semoga pemerintah bisa memperjelaskan kenaikan harga barang ini, sehingga kami bisa saling memberikan informasi pada konsumen kami tentang kenaikan harga barang, karena kami tidak ingin juga membuat pelanggan kami kesal dengan penentuan harga barang yang cukup tinggi ini, dan juga jika tidak ada penyebab tentang kenaikan harga barang, harapan kami agar bisa di normalkan lagi harga barangnya,” tutupnya. [RADE-NAL]
