8 Desember 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Jelang Nataru, Umat Diajak Tidak Mengonsumsi Miras

Vikjen Keuskupan Agung Merauke P. Hendrikus Kariwop

Merauke, PSP – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Keuskupan Agung Merauke mengajak umat untuk tetap menjaga diri dengan tidak mengonsumsi minuman keras yang berlebihan. Sebagai umat yang beriman dan percayah pada Tuhan, maka marilah mempersiapkan diri sama-sama untuk menanti kelahiran sang juruslamat dengan pikiran, hati yang tegembira dan tenang.

Vikjen Keuskupan Agung Merauke P. Hendrikus Kariwop mengatakan, budaya mengonsumsi minuman keras tentu hanya ada pada beberapa daerah tertentu. Itupun hanya di konsumsi pada saat festival-festival budaya.

Selain itu, kata Pastor Hendrikus, mengonsumsi minuman keras yang berlebihan, tentu akan berdampak sangat buruk pada kesehatan dan akan merusak citra Tuhan, sehingga dengan menanti kelahiran sang juruslamat, kita harus menjaga diri dan  membuka hati untuk menerima tuhan dengan hati yang bersih.

“Kita sebagai orang beriman kristiani, dalam persiapan diri menanti kelahiran sang juruslamat, tentu kita  harus bertobat, mengaku segala kesalahan kita dan berbuat baik pada sesama kita. Di masa adven ini juga merupakan masa dimana kita mau bertobat dan mengaku segala kesalahan dan perbuatan kita, supaya kita dihampuni oleh sang juruslamat,” tutur Vikjen saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/11/21).

Sambungnya, Tuhan telah menciptakan kita dengan tubuh, hati dan pikiran yang amat baik sesuai dengan citranya, sehingga kita sebagai umat yang beriman, harus menghargai ciptaan tuhan yang sangat  sempurna, namun jika kita tidak mengahargai ciptaan tuhan dengan mengonsumsi minuman keras yang berlebihan serta menciptakan konflik antara sesama umat, tentu itu perbuatan yang sangat keji dan berdoasa dimata tuhan.

“Saya berharap jelang natal dan tahun baru ini, umat dapat mempersipakan diri dengan baik, dan dimasa adven adalah masa yang sangat baik untuk bersama-sama kita mengaku segala dosa dan mau mengucapkan segala syukur atas pengampunan dan kebaikan sang juruslamat pada kami. Dan juga tetap kita mau bertobat dengan tidak mengonsumsi minuman keras, karena minuman keras yang berlebihan akan merusak citra tuhan, maka itu adalah dosa,” pungkasnya. [RADE-NAL]

error: Content is protected !!