Penambangan di Pegubin, Picu Kekurangan BBM di Boven Digoel

0
Kepala Cabang Dinas ESDM Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Ronny Manuputti

Kepala Cabang Dinas ESDM Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Ronny Manuputti

Merauke, PSP – Tingginya aktifitas penambangan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) memberi dampak kurangnya stok BBM di Kabupaten Boven Digoel. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat, Rony Manuputti.

  “Di Boven Digoel saat ini penambangan batuan, emas itu belum masif. Yang masif ada di Kabupaten Pengununggan Bintang, tetapi akses yang paling mudah itu lewat boven Digoel. Dia berdampak yang pertama BBM di Boven Digeol tidak pernah ada, karena semua dimasukan kedaerah tambang, untuk mereka menyemprot-nyemprot pengambilan emas,” terangnya, diruang kerjanya, Kamis (18/11).

Rony menyampaikan  penggunanan BBM bersubsidi untuk aktifitas pertambangan merupakan sesuatu yang illegal dan berlawanan dengan hukum.   “Itu tidak boleh, itu ilegal. Karena itu hak masyarkat yang dilempar kesana oleh oknum. Sehingga Boven Digoel mengalami kerawanan BBM yang begitu tinggi,” tambahnya.

 Selain berdampak pada kurangnya stok BBM, Menurut Rony ada pengaruh lain yang dibawa oleh adanya aktifitas penambangan yang aksesnya melalui Kabupaten Boven Digoel.  “Kemudian terjadi perubahan pranata sosial akibat penambangan di Pegunungan Bintang. Dalam hal ini orang sudah menilainya dengan uang semua, sekarang tanpa duit tidak bisa. Itu yang terjadi di Boven Digoel,” kata Rony menegaskan.   Oleh karenanya, Ronny mengaku akan segera melakukan sosialisasi terkait dengan dampak penambangan kepada masyarakat dan pihak terkait. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *