SMP Negeri Buti Tetap Menerapkan Kurikulum Gotong Royong
Kepala Sekolah SMP Negeri Buti Pascalis Tethool
Merauke, PSP – Dengan tingkat stabilisasi jumlah pandemi Covid-19 SMP Negeri Buti tetap masih menerapkan kurikulum gotong royong atau dalam bahasa Marind Mba Izakod Make Sazahi secara tematik kolaboratif, dengan penentuan tema secara kontekstual.
Kepala Sekolah SMP Negeri Buti Merauke Pascalis Tethool mengatakan, penerapan kurikulum gotong royong masih tetap berjalan walaupun pandemi Covid-19 mulai renggang kurikulum ini masih tetap kami terapkan, karena menurut kami, kurikulum ini adalah satu-satunya kurikulum darurat yang layak di terapkan di sekolah-sekolah pinggiran.
“Kurikulum ini kami gunakan dengan tema-tema konseptual, misalnya yang kami terapkan adalah tema ekosistem pantai, jadi siswa tetap kesekolah dengan di dampingi oleh 3 guru, tetap dengan rentang waktu yang terbatas disekolah, karena waktu mereka akan lebih banyak di lapangan,” tutur Pascalis saat ditemui diruang tamunya, Selasa (2/11/21).
Sambungnya, untuk waktu siswa dilapangkan tentu mereka melakukan pengamatan dan akan mensharing tentang apa yang mereka mengamati dilingkungan sekitar sesuai dengan tema yang ditentukan. Siswa juga seblum masuk dalam ruangan kami memberikan literasi dengan lima kata bahasa Inggris dan numerasi dengan pemberian perkalian.
“Kami juga menciptakan suasana yang menyenangkan disekolah, yakni dengan banyak karya yang di buat dan diukir disekolah, dan juga selalu melakukan pendekatan dengan siswa secara personal, untuk mengembangkan kualitas dalam pendidikan bagi siswa itu sendiri” ujarnya.
Tambahannya, kegiatan dilapangkan juga bukan hanya terpacu satu mata pelajaran yang di pelajari, tetapi lebih dari satu mata pelajaran yang di praktekan dilapangkan, sehingga dengan kurikulum goyang royong dapat mencapai semua mata pelajaran, dan juga penekanan kami bukan pada konten belajar tetapi pada kompetensi belajar siswa yang harus betul-betul di kembangkan. [YAND-NAL]
