8 Desember 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Putra Asmat Cetak Sejarah Pada PON XX di Cabor Pencak Silat

Atlet Pencak Silat Peraih Medali Perak Dalam Ajang PON XX Cabor Pencak Silat. Foto: PSP/CR1

Merauke, PSP – Petarung pencak silat asal Kabupaten Asmat Tiel Taraepos berhasil membuat sejarah ditanah Papua kabupaten Merauke dengan meraih kemenangan medali perak usai bertarung melawan salah satu petarung andal Hadifan Yudani Kusuma, asal jawa barat (Jabar) yang berhasil meraih kemenangan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

Kepada Media ini, Tiel Taraepos menyampaikan, pertandingan final cabang olahraga (Cabor)  pencak silat pada ajang PON XX merupakan momentum yang berharga dan luar biasa karena bisa bertarung dengan Hadifan Yudani Kusuma sebagai petarung pencak silat yang mempunyai banyak prestasi dan salah satunya pernah meraih kemenangan medali emas pada Asian Games.

“Kemenangan medali perak yang berhasil diraih ini merupakan sebuah sejarah baru khususnya pada cabor pencak silat dikabupaten merauke, karena selama beberapa tahun pada event-event nasional PON kami dari kabupaten merauke khususnya cabor pencak silat belum pernah dilibatkan untuk mengikuti pertandingan pada cabor pencak silat,” ujar putra Asmat, Sabtu (23/10/21).

Selain itu, dia juga mengatakan, untuk pertandingan cabor pencak silat ini memang telah dipersiapkan dengan matang sebelum PON XX dan juga target kami pada ajang PON XX adalah meraih kemenangan medali emas, tetapi pada final dengan bertarung melawan putra asal Jabar yang mempunyai banyak prestasi, memang agak sulit untuk menaklukannya.

“Tetapi secara pribadi tetap bersyukur dengan perolehan medali perak pada cabor pencak silat dan juga bisa membuat sejarah baru ditanah papua khususnya di kabupaten merauke, karena cabor pencak silat asal kabupaten merauke, ini baru pertama kali  terlibat dalam event nasional PON XX ini,” tuturnya.

Harapannya, kepada pemuda-pemudi Indonesia yang bergabung bersama pencak silat ditanah papua dan Indonesia tetap tekun dan solid dalam mengikuti latihan, karena untuk menggapai hasil yang memuaskan membutuhkan proses latihan yang sangat lama. [CR1-NAL]

error: Content is protected !!