Kantor Dispora Boven Digoel Dipalang
Tanah Merah, PSP – Gara-gara masalah piutang Kantor Dinas Perawisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Boven Digoel dipalang masyarakat. Akibatnya, aktifitas kantor lumpuh totol sejak dua minggu terakhir ini.
Kepala Dispora Kabupaten Boven Digoel Balasius Komberiop saat ditemui di kediamannya mengakui terkait pemalangan tersebut. Ia katakan pemalangan tersebut lantaran masalah utang-piutang.
Di mana pada 2019 dirinya meminjam uang disalah satu masyarakat yang bernama Abraham Kumba melalui rekannya Bernadeta Kumba, sebanyak Rp 48.000.000 dengan bunga 20 persen perbulannya, sehingga total pinjaman tersebut hingga saat ini mencapai Rp200.016.000.
Dikatakan Blasius, penjaman dana 48 juta yang dilakan dirinya untuk proses pembayaran Pajak Pratama di Dispora. Pihaknya sudah berupaya untuk melakukan pembayaran pokok pinjaman sementara untuk Bunga pinjaman akan diselesaikan secara bertahap, namun ditolak oleh pemberi pinjaman.
“Dari pinjaman Rp48 juta itu saya mau genapkan sudah menjadi 60 juta, tapi mereka tidak mau, dan saya sudah pernah bayar 40 juta, dan sekarang saya mau bayar lagi 20 juta katakanlah saya terlambat bayar tapi mereka tidak mau, sehingga mereka langsung palang kantor, sebenarnya ini masalah pribadi, kenapa harus kantor yang dipalang,”pungkasnya saat ditemui di kediamannya, kemarin.
Sementara di tempat terpisah, mantan Bendahara Dispora Bernadeta katakan bahwa dirinya sangat mengetahui persisi persoalan utang piutang tersebut, karena pada saat itu dirinya yang menjabat sebagai Bendahara Dispora.
Bernadeta menceritakan, pada saat itu kepala dinas yang meminta kepada dirinya untuk melakukan pinjaman untuk proses pembayaran pajak pratama, karena pada saat itu belum ada anggaran yang masuk didinas tersebut, sehingga dirinya meminjamkan di rekannya Abraham dengan bunga 20 persen. Namun berjalannya waktu piutang tersebut belum juga terbayarkan, sehingga berjalannya waktu bunga semakin bertambah. Apalagi sudah kurang lebih dua tahun ini.
*Jadi pada saat itu kepala dinas bilang mau pinjam uang, makanya saya pinjam ke rekan saya atas nama Abraham, namun dari waktu ke waktu tidak juga dibayarkan dari 2019 sampai sekarang. Di tahun 2020 kepala dinas janji untuk kasih pekerjaan, itu juga tidak dikasih, janji lagi nanti tahun ini akan dibayarkan, tetapi itu juga tidak dibayarkan, jadi hanya janji diatas janji,” kata Bernadeta saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/9).
Senin (20/9) lalu, ditambahkannya, mereka langsung palang kantor dengan tulisan Kepala Dinas Tolong Bayar Utang. Dan sampai saat ini kita tidak masuk kantor. [VER-NAL]
