25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

113 Workforce dan Satgas Bidang Arena Sub PB PON Ikuti Bimtek

Bimtek Workforce dan Satgas Bidang Arena Sub PB PON XX Papua kluster Merauke di Swiss-belHotel Merauke, Jumat (24/9). Foto: PSP/JON

Merauke, PSP – Sebanyak 113 orang yang tergabung dalam  Workforce (Tenaga Kerja) dan Satgas Bidang Arena Sub PB PON XX Papua 2021 Klaster Merauke mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) yang digelar selama dua hari dari 24-25 September di Swissbel Hotel Merauke.

Koordinator Bidang Arena PB PON kluster Merauke, Robby Wanggai mengatakan Bimtek dilaksanakan guna mematangkan kesiapan tenaga SDM Bidang Arena dalam pelaksanaan PON XX tahun 2021 termasuk bagaimana penyebaran workforce, fungsi dan tugas workforce Bidang Satgas di bidang arena agar dapat berjalan maksimal.

” Pertandingan mulai berlangsung di Klaster Merauke tanggal 29 September untuk Cabor Wushu dan akan berakhir tanggal 13 Oktober, sehingga kita semua harus benar-benar siap untuk laksanakan tugas,” ucap Robby Wanggai pada pembukaan Bimtek Jumat (24/9).

Hari pertama Bimtek, 113 peserta akan menerima beberapa materi dan dilanjutkan dengan simulasi lapangan pada hari kedua sehingga peserta lebih memahami praktek di lapangan terkait tugas selama pelaksanaan PON.

113 peserta ini akan tersebar di lima venue yakni di Hotel Swissbel untuk Cabor Catur, Arkilaus Sai untuk Anggar, Stadion Katalpal Cabor Bola Kaki Putri, Gor Head Sai untuk Cabor Wushu dan Gulat dan Sirkut Fregeb Waninggap Sai Gautak untuk Cabor bermotor yakni road race dan motor cross.

Sementara itu, ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua kluster Merauke, Otniel Mamahit, SH berharap dengan digelarnya kegiatan tersebut dapat menjadi dasar para peserta dalam melaksanakan tugas saat pelaksanaan PON nanti.

” Saya harapkan kawan-kawan Satgas harus tahu betul anatomi venue, kaitannya dengan emergency action kalau terjadi sesuatu, jangan orang baku tabrak, mau keluar kemana semua harus jelas. Masing-masing wajib punya buku pedoman agar tidak bingung,” pinta Otniel Mamahit, SH dalam arahannya.

Nantinya, Workforce dan Satgas Bidang Arena harus mampu mengendalikan penonton. Untuk di ruang terbuka maksimal 20 persen penonton, sedangkan ruang tertutup hanya 10 persen penonton. Selain itu, juga antisispasi ketika terjadi cidera pada atlet maka jalur ambulance harus jelas tidak terhambat oleh penonton.

” Sejak bendera PON diserahkan ke klaster oleh Gubernur Papua, tanggung jawab penuh ada di Klaster Merauke. Dengan demikian dengan segala perangkat, semangat dan kemampuan Merauke siap. Pelaksanaan PON ini adalah harga diri masyarakat Papua dan masyarakat Merauke,” tegas Otniel.

Ketua Panwasra Kalster Merauke menyebut ada tiga hal yang dibutuhkan oleh kontingen dan menjadi perhatian bersama adalah transportasi, konsumsi dan akomodasi. Tiga hal ini gratis ditanggung oleh PB PON Papua sehingga diharapkan kontingen tidak mengalami kesulitan untuk tiga kebutuhan tersebut.

” Mari kita sepakat segala daya upaya dan kemampuan kita kerahkan termasuk menyangkut keamanan untuk sukseskan PON XX Papua Kalster Merauke,” tandasnya.[JON-NAL]

error: Content is protected !!