8 Desember 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Sekolah Sudah Bisa Terapkan Tatap Muka Terbatas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thiasony Betaubun

Merauke, PSP – Penerapan sistem pembelajaran secara tatap muka terbatas telah instruksikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke sejak usianya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga penerapan pembelajaran secara tatap muka terbatas ini telah diterapkan disekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thiasony Betaubun menjelaskan bahwa, dalam situasi masa pandemi Covid-19, Dinas pendidikan dan kebudayaan telah menganjurkan kepada pihak sekolah-sekolah untuk menerapkan sistem pembelajaran secara tatap muka terbatas disekolah, dan anjuran sistem pembelajaran ini kami sampaikan khusus hanya kepada sekolah tingkat TK, SD dan SMP.

“Namun untuk sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK kami juga menganjurkan untuk tetap menerapkan sistem pembelajaran secara tatap muka terbatas disekolah, hanya saja mereka melakukan pembelajaran tentu menggunakan sistem sif, karena melihat dari jumlah siswa yang begitu banyak jumlahnya,” ujarnya Thiasony saat ditemui disela-sela kesibukannya, Kamis (23/9/21).

Dia juga menambahkan, untuk penerapan pembelajaran secara tatap muka terbatas disekolah-sekolah pada umumnya itu merupakan otonomi sekolah-sekolah untuk tetap menerapkan sistem pembelajaran, penerapan sistem pembelajaran ini bisa dilakukan ketika sekolah-sekolah telah mengikuti dan mentaati protokol kesehatan yang ketat dan telah melakukan kesepakatan bersama antara komite sekolah dengan pihak sekolah itu sendiri.

“Tetapi untuk kedepannya jika wilayah kita termasuk zona hijau dari pandemi Covid-19 maka kami dari dinas pendidikan dan kebudayaan akan mengupayakan untuk menerapkan sistem pembelajaran secara tatap muka full di sekolah-sekolah baik ditingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK,” ujarnya.

Dia juga berharap  pihak sekolah dan komite sekolah harus menjadikan pendidikan sebagai senjata yang ampuh bagi suatu bangsa, agama dan negara, karena tanpa pendidikan bangsa, agama dan negara tidak akan maju, sehingga kita harus menjadikan pendidikan sebagai harta yang paling tertinggi bagi manusia. [CR1-NAL]

error: Content is protected !!