Festival Cross Border Dibatalkan
PLT Kepala Dinas Pariwisata Benhur Rentandatu, SE
Merauke, PSP – Dinas Pariwisata membatalkan kegiatan festival Cross Border yang rencananya akan dilaksanakan pada momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di PLBN Sota RI-PNG, kegiatan festival Cross Border ini dibatalkan karena melihat situasi pandemi Covid-19 yang belum stabil. Dinas juga terpaksa membatalkan kegiatan festival Cross Border yang termasuk salah satu program kementerian pariwisata.
PLT Kepada Dinas Pariwisata Benhur Rentandatu, SE menjelaskan, kegiatan festival Cross Border yang rencananya akan dilaksanakan pada momentum PON XX ini terpaksa harus dibatalkan, karena tentu ada beberapa pertimbangan yang kami harus lihat yakni, keterlibatan masyarakat dengan jumlah yang sangat banyak baik masyarakat RI-PNG, dan situasi pandemi Covid-19 yang belum stabil diwilayah Kabupaten Merauke.
“Kegiatan festival Cross Border ini kami harus membatalkan, karena kami juga tidak mau mengambil resiko dalam situasi pandemi Covid-19, jangan sampai ketika kami melaksanakan kegiatan festival Cross Border ini, malah akan meningkatkan jumlah angka pandemi Covid-19 nanti,” ujarnya Benhur saat diwawancara diruang kerjanya, Kamis (23/9/21)
Dia juga menyampaikan, dinas pariwisata mempunyai dua kegiatan yang akan dilaksanakan pada momentum PON XX yaitu, kegiatan festival ekonomi kreatif dan kegiatan festival Cross Border. Namun untuk saat ini kami telah membatalkan kegiatan festival Cross Border, dan untuk kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan pada momentum PON XX yakni kegiatan festival ekonomi kreatif. “Untuk kegiatan festival ekonomi kreatif yang akan dilaksanakan, tentu kami akan melakukan hubungan kerja sama dari dinas perindagkop dan juga dari panitia subda PON XX klaster merauke, lebih khusus bidang sosial dan ekonomi, untuk berpartisipasi bersama dalam kegiatan festival ekonomi kreatif,” ujarnya
Ditambahkannya kegiatan festival ekonomi kreatif akan dilaksanakan di depan kantor bupati dan di sepanjang jalan mulai dari depan kantor bupati sampai didepan kantor DPRD, untuk persiapan kelompok ekonomi kreatif tentu sudah kami siapkan serta melakukan pelatihan-pelarihan. Sehingga saat ini mereka hanya menunggu untuk mengikuti kegiatan festival ekonomi kreatif didepan kantor bupati.
“Untuk jumlah kelompok ekonomi kreatif yang dikoordinir oleh dinas pariwisata berjumlah 40 kelompok, sehingga harapan kami kepada kelompok-kelompok ekonomi kreatif yang dikoordinir oleh beberapa instansi ini kiranya dengan momentum PON XX dapat membantu kelompok ekonomi kreatif dalam menggapai pendapatan yang baik,” pungkasnya. [CR1-NAL]
