8 Desember 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Keuskupan Agung Merauke: Masyarakat Jangan Pasang Togel

Vikjen Keuskupan Agung Merauke, P. Hendrikus Kariwop

Merauke, PSP – Vikjen Keuskupan Agung Merauke berharap masyarakat kabupaten merauke harus berkomitmen dan tidak ingin melakukan hal – hal yang dapat membuat diri sendiri lupa akan pekerjaan dan kehidupan keluarga. Togel merupakan perjudian yang lebih cenderung membuat diri terbiasa dengan hal – hal yang tidak menguntungkan keluarga.

Vikjen Keuskupan Agung Merauke P. Hendrikus Kariwop menyampaikan bahwa togel ini akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat seperti lupa akan pekerjaan dan tanggung jawab mereka baik di pemerintahan maupun dikeluarga. Sehingga masyarakat harus mampu dan sadar dalam melihat hal – hal yang tidak dapat menguntungkan diri sendiri dan keluarga.

“togel ini judi dan membuat masyarakat awalnya iseng – iseng saja untuk memasang dengan jumlah uang yang kecil, tetapi semakin kecil mereka pasang  dan  mendapatkan hasilnya yang besar, itu akan membuat masyarakat lebih cenderung memasang dengan jumlah uang yang besar, dan membuat mereka cenderung memasang togel dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya P. Hendrikus, Rabu (8/9/21)

Ia juga menambahkan, untuk melepaskan togel dalam kehidupan sehari-hari, kembali kepada diri kita masing-masing. Karena kita sebagai orang beriman dan mempunyai keterbatasan ekonomi, maka jangan menjadikan togel ini sebagai aktivitas utama dalam kehidupan.

“Kita harus sadar bahwa ketika hal yang kita lakukan adalah tidak merugikan orang lain maka itu boleh saja, tetapi kalau kita melakukan hal yang merugikan orang lain maka itu tidak boleh, dengan togel ini kita banyak melakukan penipuan kepada keluarga kita hanya karena penggunaan keuangan untuk hal – hal yang tidak menguntungkan keluarga kita,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, pemerintah daerah ketika melihat hal-hal yang dapat meresahkan banyak orang, pemerintah harus tegas dalam mengambil tindakan. Karena saat ini togel sudah meraja lela dan pembandar-bandar togel sudah semakin banyak dibeberapa tempat, sehingga pemerintah harus tegas, dan masyarakat juga harus sadar dengan hal – hal yang tidak menguntungkan keluarga.

“Kami juga mendorong pemerintah daerah, agar dalam pengawasan dan mensejahterakan masyarakatnya tentu harus melihat bahwa ada praktek togel yang dianggap sebagai judi, serta meresahkan masyarakat tentu ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk menutup tempat-tempat togel ini,” pungkas. [CR1-NAL]

error: Content is protected !!