Rp 60 Milyar Buat Subda PON Merauke

0
Bupati Romanus

Bupati Romanus

Merauke, PSP – Optimis ditujukkan oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Merauke untuk menyambut gelaran akbar empat tahunan yakni Pekan Olahraga Nasional (PON).


Kabupaten Merauke ditujuk sebagai salah satu venue pelaksaan pertandingan beberapa cabang olahraga.


Bupati Merauke, Romanus Mbaraka meminta kepada semua pihak agar tidak memperkeruh keadaan menjelang pesta pegelaran PON pada Oktober mendatang, yang sebagian cabangnya di perlombakan di Merauke.


Romanus memahami bahwa memang dengan waktu yang tidak lama lagi, Persiapan PON belum sepenuhnya siap, baik dari sisi Sarpras maupun kesiapan anggaran. Namun, menurutnya menjaga marwah Papua sangat penting untuk dilakukan.


“Kalau bisa kita jangan tunjukan kejelekan kita, kayak debat kusir, hanya karena persoalan pembiayaan. Padahal ini kan harusnya dibicarakan sama-sama. Kita juga menjaga wibawa Provinsi Papua, karena Papua ini agar orang tidak bilang kita karena kurang uang kita debat kusir melulu,” tegasnya, di Bandara Mopah Merauke.


Ia mengajak agar seluruh unsur bersatu guna menyamakan pendapat sesuai dengan kapasitas dan tangungjawabnya masing-masing. “Jadi kita samakan persepsi sesuai dengan rencana kerja kegiatan yang ada, untuk kita singkronisasi, mana tangungjawab siapa,” ajaknya.

Selain itu, Romanus mencontohkan salah satunya soal konsumsi. Yang mana, ia menilai, Merauke telah siap untuk mengakomodir seluruh kebutuhan makanan selama pelaksanaan PON berlangsung.


“Saya jelaskan bahwa Merauke terbiasa menangani persoalan-persoalan VVIP, baik dari konsumsi, kesiapan, apalagi cuma PON begini, bagi orang merauke bukan hal baru. Standar konsumsi orang Merauke juga sudah VVIP kalau mendapat kunjungan,” ujarnya.

Sementara terkait jumlah alokasi anggaran untuk Subda PON Merauke, Romanus mengaku sementara ini sedang berkomuikasi dengan PB PON agar sesuai dengan kebutuhan yang diperlukaan.


“Sebenarnya belum setuju (dengan besaran anggaran yang ditentukan PB PON), mudah-mudahan kita dapat dukungan 100 (milyar) lebih, kalau bisa 200,” pungkasnya.


Sekretaris Daerah Kebupaten Merauke, Ruslan Ramli menegaskan bahwa pemerintah, masyarakat dan semua pihak terkait harus optimis dan menyambut baik pelaksanaan PON.

“Kita harus optimis dong, apalagi kita kan bicara soal olahraga, ya harus optimis. Kalau tidak optimis ya bukan jiwa olah raga itu,” tegasnya kepada awak media, di Kantornya, Selasa (23/6/2021).


Meskipun ada beberapa hal yang terjadi akibat kurangnya komunikasi antara Subda PON Merauke, dan PB PON Papua, menurutnya itu persoalan yang bisa diatasi. Pasalnya, dari puluhan kabupaten, Merauke merupakan salah satu dari 4 kabupaten yang dipilih sebagai tuan rumah PON. Menurutnya, ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri.


“Kita wajib untuk mensukseskan agenda nasional. Apalagi ini kan dari 34 provinsi, ini PON 20, berarti masih ada 14 provinsi yang belum menjadi tuan rumah. Ini kan kebanggaan. Termasuk kita di Merauke, dari 29 kabupaten, kita kabupaten ke-4 yang melaksanakan. Artinya ini juga kebanggan masyarakat Merauke,” tambahnya.


Sementara berkaitan dengan anggaran, meskipun saat ini APBD jumlahnya semakin menurun, ia mengaskan bahwa pemda Merauke tetap akan membantu, setidaknya hibah untuk kebutuhan operasional.

“Anggaran kita juga kan sedikit menurun, Otsus kita juga sudah dipotong kurang lebih 54 milyar setiap tahun. Mudah-mudahan itu sudah dipikirkan oleh PB, tinggal kita matchingkan baru kalau tidak ada nanti kita usulkan,” pungkasnya
Optimis yang ditunjukkan akhirnya berbuah manis, pada pekan lalu, PB PON Papua telah mengucurkan anggaran senilai 60 milyar Rupiah ke Subda PON Merauke. Angaran tersebut akan digunakan untuk pendukung pelaksanaan 6 cabang olah raga di Merauke.


Wakil Ketua Koni Merauke, Anton Kaise menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak digunakan untuk membantu menyelesaikan pembangunan fisik pada beberapa vanue yang sampai saat ini belum sepenuhya selesai dikerjakan.


“60 milyar itu tidak untuk urusan ke-PU-an, pembangunan vanue itu urusan pemerintah. Sub PB tidak mengurusi itu, kita hanya mengurusi organisasinya saja, kegiatannya. Kalau untuk Pembangunan fisik, itu urusan pemerintah,” terangnya melalui sambungan telepon, Minggu (4/7/2021).


Anton menambahkan bahwa anggaran akan dipergunakan oleh masing-masing bidang Subda PON Merauke, sesuai dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. “Anggaran sudah ada di rekening, Selanjutnya dari bidang-bidang akan menggunakannya. Sesuai tahapan kegiatan, masing-masing bidang akan menggunakan anggaranya, baik untuk melakukan koordinasi atau untuk persiapan-persiapan yang berkaitan dengan tangungjawab mereka dibidang-bidang,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *