PTM Terbatas Tetap Dilakukan
Thiasony Betaubun
Merauke, PSP – Jumlah pasien Covid-19 di kabupaten Merauke yang naik dratis membuat khawatir masyarakat tentang rencana proses pembelajaran untuk Tahun Ajaran yang baru. Untuk itulah, kemungkinan pembelajaran dilakukan secara tatap muka terancam batal.
Ditambah lagi, adanya Surat Edaran Bupati yang mengisyaratkan proses pembelajaran dilakukan dari rumah. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Merauke, Thiasoni Betaubun menegaskan bahwa proses pembelajaran tatap muka akan tetap dilakukan.
“Merauke tetap melaksanakan tatap muka terbatas walaupun Covid kita tau sekarang 239 (pasien),” kata Soni saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/7).
Disampaikan Soni, nantinya proses pembelajaran tatap muka tersebut akan disesuaikan dengan kondisi wilayah. “Tetap tatap muka terbatas, kalau di zona hijau tatap muka penuh karena kita ada pada kurikulum darurat. Saya sampaikan bahwa kita tetap jalan tatap muka terbatas karena kalau kita tidak tatap muka terbatas itu susah,” tegasnya.
Nantinya, lanjut Soni, diharapkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas walaupun hanya 2 kali dalam seminggu. “Otonomi sekolah akan mengatur bahwa 1 minggu 2 kali yang penting ada tatap muka terbatas untuk bisa tau rekam jejaknya siswa kita itu ada dimana dengan tetap memperhatikan prokes yaitu Masker, atur jarak dan cuci tangan,” pungkasnya.[JON-NAL]
