Mune Group Juara Satu Festival Seni Musik Rakyat Boven Digoel

0
Pelaksanaan festifal musik di aula kantor bupati

Pelaksanaan festival musik di aula kantor bupati. Foto: PSP/VER

Tanah Merah, PSP – Mune Group keluar sebagai juara satu Festival seni musik rakyat Boven Digoel disusul oleh Putmaba Group keluar sebagai juara Dua dan Fesfandi group keluar sebagai juara Tiga sementara harapan satu hingga empat adalah Digoel Rasta, Munggon group, Arben group dan Mumanja group.

PJS Bupati Boven Digoel Yamin Weya melalui Asisten Satu setda Boven Digoel Wahyudin dalam penutupan festival musik rakyat Boven Digoel katakan selalu pemerintah daerah sangat mendukung penuh festival musik rakyat. untuk itu kedepan perlu dikembangkan melalui dinas teknis terkait. Karena dengan adanya festifal musik rakyat ini dapat memberikan ruang dan kesempetan bagi seniman-seniwati lokal untuk aktif bereksplorasi dan berekreasi untuk menciptakan lagu daerah dan musik daerah.

“Untuk muatan lokal pendidikan dasar untuk kebudayaan sudah ada tinggal bagaimana dinas teknis untuk implementasikan itu dalam artian di programkan agar festifal musik ini terus dikembangkan agar meningkatkan Seniman maupun kebudayaan yang ada di Boven Digoel yang kedepannya tidak hanya bersaing di daerah namun di luar daerah Boven Digoel “pungkasnya

Sementara itu ketua Dewan Kesenian  Provinsi Papua DKPP Albert Runaweri katakan festifal musik untuk rakyat Boven Digoel yang diselenggarakan oleh pemerintah Boven Digoel melalui dinas pendidikan dan kebudayaan Boven Digoel ini sangat luarbiasa tidak lain untuk meningkatkan dan mendokumentasikan lagu-lagu daerah di Boven Digoel sehingga ini perlu ditingkatkan. Untuk itu diharapakan kepada pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk kedepan dalam penyusunan program harus menyentuh kepada Seniman sehingga budaya dan kearifan lokal itu bisa dipublikasikan sehingga masyarakat umum bisah memahami kearifan lokal yang dimiliki daerah.  Apalagi kabupaten Boven Digoel ini merupakan tanah bersejarah yang perlu diketahui baik di daerah papua maupun di luar papua.

“Saya harapkan kedepan jangan hanya festival musik daerah mungkin juga kita bisah bikin festifal Bunghata dalam rangka kembalikan semangat proglamasih kepada seluruh rakyat Indonesia kususnya yang ada di papua bahwa Merah Putih itu adalah harga mati. Diantaranya mungkin kita bisa buat lagu-lagu proglamasih dan lain sebagainya. Untuk papua ini baru pertamanya kali dilakukan untuk itu kegiatan ini jangan hanya batas disini namun terus dilakukan setiap tahun.”Pungkasnya.

Sementara kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Boven Digoel Matias Kainon katakan Iven festifal musik rakyat yang diselenggarakan tidak lain untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Boven Digoel Walaupun baru pertama dilakukan, sehingga kedepannya jika ini ditingkatkan maka kedepan perlu ada dukungan dari semua pihak terutama pimpinan daerah. Dan dinas teknis yang lain, Karena menurutnya masih terdapat lagu-lagu daerah maupun tarian-tarian daerah yang belum di kembangkan sehingga dengan iven ini dapat dikembangkan yang tidak menutup kemungkinan bisah di pamerkan di iven-iven internasional. “Saya contohkan di Boven Digoel tugu Bung Hatta ini merupakan warisan sejarah yang belum kita kembangkan,  sehingga ini harus dikembangkan baik itu situsnya maupun festifalnya,  yang jelas ketika kita mau buat iven tentu harus kita anggarkan, dan ini harus didukung oleh pemerintah daerah.”Tandanya [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *