Ada Pelayanan Sosial di Klinik Mitra Keluarga
Pengunjung pada malam hari di Klinik Mitra Keluarga untuk rapid. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Ditengah banyaknya peraturan yang harus dituruti masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19, mulai dari harus menerapkan protokol kesehatan sampai mengurus surat kesehatan Covid-19 yang dikenakan biaya, disitu Klinik Mitra Keluarga memberikan pelayanan sosialnya kepada masyarakat yang hendak memerlukan surat kesehatan seperti rapid.
Hal ini diakui dan diapresiasi salah seorang masyarakat yang memberikan informasi itu ke media ini. Bahwa dirinya hendak bepergian keluar daerah karena sesuatu hal dan harus mengurus surat rapid.
Warga itu mengaku, dirinya mengurus surat rapid di Klinik Mitra Keluarga, setelah selesai dites dengan memberikan alasan untuk keluar kota, dirinya hanya dibebankan biaya jauh di bawah harga yang dikenakan oleh klinik swasta lainnya.
Penanggungjawab Klinik Mitra Keluarga dr. Benyamin Simatupang saat dikonfirmasi membenarkan adanya keringan yang diberikan bagi mereka yang mengurus rapid dengan alasan tertentu.
“Iya, kita memberikan keringan – keringan kepada hal – hal tersebut.
Karena pertimbangannya, kadang orang yang sudah rapid tes tetapi tidak jadi berangkat sehingga harus ulang lagi, mungkin karena ketinggalan kapal atau pesawat, karena lewat dua hari kan tidak boleh, padahal masyarakat tidak punya uang misalnya, itu kita kasi keringan – keringan mulai dari gratis sampai dengan bayar setengah,” jelas dr. Benyamin dari ponselnya semalam.
Ia mengatakan, hal itu merupakan pelayanan sosial disamping adanya rapid tes secara komersial.
“Mengenai kerugian, sebenarnya tidak ada masalah, namanya bisnis ada untung ada rugi. Kalau itu ruginya kecil, kalau 10 persen hilang pendapatan kita juga ngga ada masalah lah,” tutur pria berdarah Batak Toba ini.
Dirinya mengaku, bahwa sering masyarakat mengeluh bahwa mereka ketinggalan pesawat maupun kapal padahal sudah mengurus rapid, namun untuk berangkat kemudian tidak ada biaya mengurus rapid kembali. “Karena sering ada yang telfon saya, bahwa mereka terlambat kapal, terlambat pesawat dan kemudian tidak jadi berangkat sementara rapid hanya 2 hari, mereka tidak punya uang lagi, nah, kita percaya sama orang – orang begitu ya, kita pahamlah, itu bagian dari pelayanan sosial kita,” kata dr. Benyamin. [ERS-NAL]
