25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Apakah di Merauke kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah bisa dilaksankan di tahun ajaran baru ini

Sebentar lagi Tahun Ajaran akan berganti. Selama satu tahun lebih, mulai Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan Tinggi melakukan kegiatan belajar diganti dengan belajar on line. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19. Tentu saja dengan kegiatan belajar On Line ada nilai plus dan minusnya.

Nah, saat ini ada wancana pemerintah akan memulai kembali kegiatan belajar tatap muka. Tentu saja ini akan menjadi polemik. Di sebagian daerah yang masih zona hijau, tentu saja kegiatan belajar tatap muka bisa berjalan. Namun daerah yang zona merah akibat covid-19, belum tentu bisa menjalankan kegiatan belajar tatap muka.

Bagi masyarakat Merauke sendiri bagaimana ? Apakah di Merauke kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah bisa dilaksankan di tahun ajaran baru ini. Berikut ini jawaban sebagian masyarakat merauke, tentang setuju atau tidaknya kalau tahun ajaran baru mulai diberlakukan kegiatan belajar tatap muka.

Tergantung Situasi

Bagi Herwanto, pelaksanaan pembelajaran untuk Tahun Ajaran Baru ini sudah bisa dilakukan tatap muka, mengingat jumlah pasien Covid-19 di kabupaten Merauke sampai saat ini sudah sangat menurun. “ Apabila selama 6 bulan sebelumnya tidak ada kendala seperti salah satu murid terkena positif corona, maka saya setuju untuk bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Anak-anak sekolah sekarang sudah ketinggalan materi dan pembelajaran selama tidak tatap muka. Semakin lama semakin melupakan tentang ilmu yang dahulu ia dapatkan ketika masih tatap muka. Anak-anak rentan kehilangan akal pikiran dan attidude mereka jika hanya sekolah online. Terlebih lagi positif corona sudah menurun semenjak 3 bulan terakhir. Jadi, saya setuju untuk pembelajaran tatap muka selama mengikuti protokol kesehatan dan selalu mencuci tangan saat datang ke sekolah, saat keluar kelas, saat selesai makan dan saat pulang sekolah,” ucap Herwanto yang juga seorang Mahasiswa di salah satu kampus di Merauke.[JON]

Sangat Setuju

Menurut Anis, sebaiknya proses pembelajaran untuk Tahun Ajaran Baru ini dilakukan dengan Tatap muka. Ia melihat, sejauh ini proses pembelajaran online belum sepenuhnya efektif dikarenakan tidak adanya pengawasan dari guru yang sebelumnya didapatkan di Sekolah. “ Kalau pembelajaran online kan siswa tidak bisa diawasi guru, mungkin ada yang tidur bahkan tidak ikut pembelajaran itu kan ada saja. Nah kalau tatap muka kan siswa datang ke sekolah bertemu guru jadi pembelajaran juga guru bisa pantau begitu,” ucap Anis, Mahasiswa semester Akhir ini.[JON]

Setuju, di Merauke Covid Sudah Habis

Merauke, PSP – Anggota DPR Provinsi Papua Fauzun Nihayah mengatakan setuju, sebab pembelajaran secara online sangat tidak efektiv dilakukan.

“Saya setuju karena pembelajaran secara online sangat tidak efektif dan anak-anak banyak tertinggal pelajaran,” kata Fauzun.

Bagi Fauzun, penerapan protokol kesehatan menjadi penting apabila pembelajaran tatap muka dilakukan. “Apalagi seperti di Merauke, covid sudah hampir tidak ada sama sekali. Jadi bagi kabupaten lain yang sudah zona hijau sangat diharapkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Karena pembelajaran tatap muka sangat lebih efektif dibandingkan dengan sistem online,” kata Fauzun. [ERS]

Setuju dengan memperhatikan protokol kesehatan

Fiki M.T , siswa yang tahun ini akan masuk ke SMA ini menyetujui jika tahun ajaran baru ini dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Tetapi ia berharap agar dalam pelaksanaannya  tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 Menurut Fiki, setahun Belakangan ini siswa/siswi lebih banyak menghabiskan waktu belajar dan bermain berkumpul bersama keluarga di kediaman mereka masing-masing.

  Tentu saja, hal ini membuat Anak-anak ini lebih banyak bermain dibandingkan dengan belajar. Kemungkinan dengan kembali pembelajaran tatap muka, siswa/siswi ini bisa kembali belajar berinteraksi bersama Teman-teman maupun Guru.

  “Rindu sekali memulai sekolah bertatap muka belajar dan bermain bersama Guru dan teman-teman, kalau dirumah jarang belajar tidak mengerti bab-bab materi apalagi soal yang diberikan guru, baik kalau Mama Bapa mengerti kalau, tidak saya belajar sendiri lalu mengerjakan soal sendiri tidak mengerti materi yang d berikan secara onlline, semoga pembelajaran ajaran baru kita belajar dengan tatap muka,” ungakap Fiki saat ditemuidi kediamanya, Kamis,  (10/06). (CR1)

Setuju, dengan membatasi jumlah siswa di dalam kelas dan mematuhi protokol kesehatan

Merauke, PSP – Aris Widodo, guru di SMP Yapis ini menyatakan setuju apabila pembelajaran tatap muka mulai diberlakukaan kembali pada semester depan. Namun, pemberlakuan tatap muka harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah siswa didalam kelas. “Pembelajaran sebaiknya tatap muka, tetapi harus disesuaikan dan diperhatikan tentang protokol kesehatannya, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan itu harus diperketat. Memang semua tenaga pengajar sudah divaksinasi, tapi bukan berarti kita akan terlepas dari virus. Selain itu sistem pembelajaran yang digunakan adalah sistem bergilir, terbatas dengan membatasi jumlah siswa didalam kelas,” katanya, Kamis (10/6/2021). [WEND]

Kalau Terus Daring Kita Nambah Biaya

Merauke, PSP – Surahman, Guru SMP Negeri 9 Merauke setuju agar pembelajaran tatap muka diberlakukan kembali. Pasalnya, ia menilai, dengan sistem pembelajaran during, sering kali guru maupun orang tua harus menambah biaya untuk membeli pulsa internet. “Kalau daring terus kan biaya operasionalnya nambah, baik siswa maupun guru. Jadi lebih baik dengan tatap muka langsung saja,” katanya, Jumat (10/6/2021). [WEND]