Pengurus DPD LDII Merauke Dikukuhkan

0
WhatsApp Image 2021-06-09 at 23.06.13

Penyerahan pataka oleh Ketua DPW LDII Provinsi Papua H. Sugiyono,SE.,M.Si kepada H. Bekti Utomo,S,Sos sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Merauke. Foto: PSP/ERS

Bekti Utomo : LDII tolak faham radikalisme di Merauke

Merauke, PSP – Kepengurusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Penasehat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Merauke dikukuhkan, di Swiss-Bell Hotel, Rabu (9/6). H. Bekti Utomo,S,Sos yang merupakan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas II B Merauke dimandatkan memegang pataka untuk masa bakti 2021 hingga 2026.

Ketua DPW LDII Provinsi Papua H. Sugiyono,SE,.M.Si bertindak melantik 40 orang pengurus. Yang turut disaksikan Sekda Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, Ketua FKUB Merauke Pastor Jhon Kandam,Pr, perwakilan MUI Ustad Wawan Gunawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kesbangpol, Anggota DPRD Merauke, Kejaksaan Merauke dan TNI-Polri.

Pengukuhan para pengurus lembaga dakwah islam yang mengusung tema ‘Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Religius Untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Kabupaten Merauke Maju’ juga sekaligus mendeklarasikan penolakan terorisme dan faham radikalisme yang saat ini membuncahkan hati dan pikiran masyarakat di Kabupaten Merauke.

Sugiyono dalam amanatnya menyampaikan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesi Ir. H. Joko Widodo pada musyawarah nasional LDII beberapa waktu lalu di Jakarta, ada 4 hal yang mesti dipegang erat oleh organisasi keagamaan, diantaranya organisasi keagamaan harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, organisasi keagamaan harus menjungjung tinggi sikap toleransi kepada sesama, organisasi keagamaan harus memiliki prinsip anti kekerasan baik fisik maupun verbal, dan organisasi keagamaan harus menghargai tradisi budaya lokal masyarakat Indonesia.

“Ini harus menjadi perhatian bagi kita semua agar dalam kehidupan sehari – hari semakin baik dan semakin bertoleransi. LDII tidak lagi berkutad dengan kehidupan sehari – hari,” kata Sugiyono.

Kata Sugiyono, LDII juga memiliki program yang sejak tahun 2018 dibuat melalui rakernas yang mesti harus diwujudkan sebagai kontribusi kepada bangsa, negara, dan daerah.  Program tersebut diantaranya, program kebangsaan bertujuan membangun nasionalisme agar kesatuan dan persatuan bangsa tetap terjaga, bidang keagamaan, bidang pendidikan yang berkarakter, bidang ekonomi khususnya ekonomi syariah, program pangan dan lingkungan hidup, bidang kesehatan dengan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal, bidang teknologi digital, dan program energi baru terbarukan

“Kedepan program – program ini lah yang akan diprioritaskan tentunya masing – masing daerah berbeda,  di Merauke nanti ketahanan pangan karena disini memiliki potensi,” ujar Sugiyono.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Merauke H. Bekti Utomo,S,Sos mengatakan LDII Kabupaten Merauke perduli dan turut serta dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan membentuk usaha bersama (UB) ditingkat pimpinan cabang yaitu perdagangan sembako, dan pengiriman beras keluar Kabupaten Merauke untuk dapat membantu menyerap produksi beras petani di Merauke. “LDII juga senantiasa menjadi bagian masyarakat penjaga kamtibmas,” kata Bekti.

Bekti juga menegaskan bahwa LDII Kabupaten Merauke dengan tegas menolak faham tindakan teroris radikalisme yang mengatasnamakan agama, dan siap menjaga Merauke untuk tetap menjadi istana damai dan istana cinta kasih serta mendukung acara perhelatan PON XX di Merauke pada bulan Oktober nanti.

Pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Merauke Ruslan Ramli juga berpesan bahwa di Merauke tidak pernah ada gesekan anatara anak bangsa yang mendiami Kota Merauke. Sehingga, perlu seluruh organisasi keagamaan harus bersinergi membangun kesolehan sosial lewat organisasinya masing – masing.

“Saya menghimbau tidak boleh satu kelompok pun yang mengklaim dirinya paling benar, apalagi memposisikan dirinya ekslusif tetapi harus bisa inklusif berada diseluruh lapisan golongan masyarakat,” pesan Sekda Ruslan. Dikesempatan itu, forkompimda yang hadir turut menandatangani deklarasi penolakan terhadap faham radikalisme dan teroris di wilayah Kabupaten Merauke. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *