YPPK Keuskupan Agung Merauke Gelar Pelatihan IT, AI dan Coding bagi 106 Guru di Mappi, Dorong Transformasi Pendidikan di Era Digital

Mappi, PSP – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi perkembangan teknologi di era digital, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke menggelar pelatihan Teknologi Informasi (IT), Artificial Intelligence (AI), dan Coding bagi para guru serta kepala sekolah YPPK di Kabupaten Mappi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 6 November 2026, tersebut dipusatkan di Aula PSW Mappi, Jalan Krida Utama, Kota Kepi, dengan melibatkan sebanyak 106 guru dan tenaga pendidik dari lingkungan sekolah YPPK di Kabupaten Mappi.
Pelatihan ini dihadiri langsung Ketua YPPK Keuskupan Agung Merauke, RD. Aloisius Kelbulan, serta menghadirkan narasumber RD. Cristy Mahendra, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Purwokerto sekaligus Tim Ahli IT Pendidikan Katolik KWI yang memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman (coding).
Dalam kesempatannya, Ketua YPPK Keuskupan Agung Merauke, RD. Aloisius Kelbulan, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan coding menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, kebijakan pengembangan IT, AI, dan coding di lingkungan sekolah harus disikapi secara positif oleh seluruh satuan pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan YPPK Keuskupan Agung Merauke.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan untuk mendukung program pemerintah sekaligus mempersiapkan guru dan kepala sekolah agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
“Yayasan melihat perkembangan IT, AI, dan coding ini sebagai sebuah kebutuhan yang harus mulai diterapkan di unit-unit sekolah. Karena itu, YPPK Keuskupan Agung Merauke memfasilitasi pelatihan ini agar para guru dan kepala sekolah memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengimplementasikannya dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas pendidikan yang telah dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, termasuk Gubernur dan Dinas Pendidikan.
Dukungan pemerintah provinsi, khususnya dari sisi anggaran, turut membantu pembiayaan kegiatan, mulai dari kebutuhan konsumsi, transportasi hingga menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang teknologi pendidikan.
Ia menyebutkan, program pelatihan serupa telah dilaksanakan secara bertahap di tiga kabupaten wilayah pelayanan YPPK Keuskupan Agung Merauke.
Di Kabupaten Merauke, pelatihan telah menjangkau 75 sekolah dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Selanjutnya, pada Oktober 2026, kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Boven Digoel dengan melibatkan guru dan kepala sekolah dari 38 sekolah.
Sementara di Kabupaten Mappi, pelatihan kali ini menyasar 61 sekolah dengan melibatkan 106 guru dan kepala sekolah.
Menurutnya, kehadiran narasumber yang memiliki keahlian khusus di bidang AI dan coding diharapkan mampu memberikan pemahaman sekaligus pendampingan praktis kepada para tenaga pendidik.
Ia berharap peserta tidak hanya memahami teori tentang kecerdasan buatan dan pemrograman, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam penyusunan modul pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS), serta berbagai perangkat pembelajaran lainnya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat membantu guru mengelola proses pembelajaran, meningkatkan kreativitas, serta menciptakan metode pengajaran yang lebih menarik dan efektif bagi peserta didik.
Bagi kepala sekolah, penguasaan teknologi juga diharapkan dapat membantu pelaksanaan tugas kepemimpinan dan manajemen sekolah, termasuk memantau tingkat kehadiran guru dan siswa, keaktifan peserta didik, serta perkembangan inovasi dan kreativitas di lingkungan sekolah.
“AI dan coding merupakan teknologi kecerdasan buatan yang seharusnya membantu manusia untuk lebih berinovasi dalam pengembangan pendidikan. Bukan sekadar menggunakan atau menyalin hasil dari AI, tetapi bagaimana kita mentransformasi sistem pendidikan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa penerapan teknologi di wilayah Papua Selatan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan jaringan internet dan sarana pendukung di sekolah-sekolah pedalaman.
Selain itu, terdapat guru-guru yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, khususnya tenaga pendidik yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital dalam kegiatan pembelajaran.
Namun, menurutnya, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para guru.
Pihaknya berharap seluruh tenaga pendidik, baik yang bertugas di wilayah perkotaan maupun pedalaman, secara bertahap dapat mengenal, memahami, dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan kondisi serta fasilitas yang tersedia.
“Kita ingin anak-anak di Papua Selatan mendapatkan kualitas pendidikan yang baik dan tidak tertinggal dari daerah lain. Walaupun kita berada di wilayah paling timur Indonesia, kita juga harus mampu mengenal, memahami, dan bersaing dengan perkembangan pendidikan di Papua maupun Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, melalui pelatihan tersebut, YPPK ingin memastikan bahwa guru dan kepala sekolah di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi memperoleh kesempatan peningkatan kapasitas dengan materi serta pendampingan yang sama sehingga tidak terjadi kesenjangan pemahaman dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Wilhelmus Atonius Djula, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus YPPK Keuskupan Agung Merauke yang telah menginisiasi kegiatan pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting karena memberikan tambahan pengetahuan dan informasi kepada para guru serta kepala sekolah mengenai perkembangan kecerdasan buatan dan coding yang saat ini semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pengurus yayasan yang sudah menginisiasi kegiatan ini sehingga para guru dan kepala sekolah yang bertugas di sekolah YPPK bisa mendapatkan pemahaman dan informasi mengenai AI dan coding,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mappi juga telah melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru terkait pembelajaran berbasis digital. Program serupa telah dilakukan pada 2025 dan kembali dilaksanakan pada 2026.
Bahkan, saat ini terdapat kegiatan Google Academy yang juga membahas pemanfaatan AI dan coding untuk mendukung proses pembelajaran berbasis digital di tingkat satuan pendidikan.
Karena itu, ia berharap pelatihan yang diselenggarakan YPPK dapat memperkuat program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Wilhelmus juga menegaskan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Namun demikian, ia berharap YPPK sebagai pengelola lembaga pendidikan swasta dapat terus mengambil peran dan memberikan perhatian lebih terhadap sekolah-sekolah yang berada di bawah naungannya, khususnya di wilayah Kabupaten Mappi.
“Kami dari pemerintah daerah melihat sekolah negeri maupun yayasan semuanya sama dan menjadi perhatian pemerintah. Namun, kami juga berharap pihak yayasan terus memberikan dukungan serta mengambil peran lebih dalam memperhatikan sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawab yayasan di Kabupaten Mappi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Mappi Maranus Situmorang, S.IP., para pengawas sekolah wilayah Obaa, pengawas sekolah Katolik, RD. Fitalis A. Letsoin, serta sejumlah undangan lainnya. [RAKA-NAL]

1 thought on “YPPK Keuskupan Agung Merauke Gelar Pelatihan IT, AI dan Coding bagi 106 Guru di Mappi, Dorong Transformasi Pendidikan di Era Digital”