Di Merauke, Tinggal Dua Pasien Positif COVID-19

0
dr. Nevile R. Muskita

dr. Nevile R. Muskita

Merauke, PSP – Tren kasus positif COVID-19 di Kabupaten Merauke kian menurun per tanggal 6 Juni 2021. Tentu saja kabar ini,  menjadi kabar gembira bagi masyarakat di Kota Rusa yang selama sepekan ini, terkuras pikirannya dengan tertangkapnya 13 terduga teroris. Dengan demikian, di Merauke hanya menyisakan 2 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang dalam penangan tim medis.

Kondisi kedua pasien tersebut, dinyatakan baik tanpa gejala, sehingga mereka di ijinkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing – masing. Bila melihat Persentase angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Merauke hingga awal Juni, berada di angka 93,89 persen. Atau berdasarkan data positif mencapai 917 orang, tingkat kesembuhan 2549 orang dan meninggal dunia berjumlah 54 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita mengatakan tren kasus, mulai menurun sejak bulan Maret 2021 lalu. “Yang dua orang saat ini masih ada disertai penyakit bawaan, dan kedua nya baik, tanpa gejala dan mereka di ijinkan isolasi mandiri di rumah masing – masing,” ujar Nevile dari balik selulernya kemarin.

Ia mengatakan, bahwa tempat isolasi khusus bagi pasien seperti Hotel Akad pun sudah ditutup sejak lama.  “Kalau pun masih ada didapati nanti, baik sedang atau berat akan dirawat di rumah sakit,” kata dia.

Menurut Nevile, penurunan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Merauke, selain jumlah penurunan secara nasional memang menurun, dibalik itu adanya keterlibatan Yang Maha Esa.

“Di analisis secara umum saja, semua di Indonesia tren kasus menurun. Ya bagi saya, semua kan ada waktunya, ada waktu memulai ada waktu mengakhiri. Ya meskipun memang dulu banyak asumsi bahwa Covid nggak bakal hilang, tapi yang terjadi ini menurun, semua karena kehendak-Nya kan, dan kerjasama kita semua,” tutur Nevile. Diharapkan, tambahnya, jumlah kasus di Kabupaten Merauke sedianya benar – benar nol, apalagi menjelang PON XX. “Ya untuk menjelang PON diharapkan memang nol, tapi apakah bis nol sesuai harapan kita perlu kerja sama dan komitmen dari semua pihak. Ketaatan dan disiplin protokol kesehatan, untuk meniadakan Covid dari Merauke. Kuncinya disitu, kalau tidak penularan akan terus terjadi,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *