Kekurangan Pupuk Subsidi di Merauke, karena Kelebihan Lahan Tanam

0
Frederik Endeboy.

Frederik Endeboy

Merauke, PSP – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Merauke merasa kukarangan pupuk subsidi yang terdistribusi ke Merauke beberapa waktu lalu, disebabkan banyak para petani yang memiliki luasan lahan melebihi 2 hektar.

Demikiam disampaikan Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Merauke Frederik Endeboy saat pertemuan dengan Anggota Komisi IV DPR-RI H. Sulaeman L. Hamzah di Swiss-Bell Hotel lusa lalu.

Ia mengakui, pada saat satu bulan sesudah musim tanam, memang banyak petani yang berteriak kekurangan pupuk. “Memang para petani banyak teriak mengenai pupuk yang kurang. Pupuk subsidi hanya berlaku 1 orang untuk 2 hektar tanaman, sedangkan satu keluarga luasannya bisa memiliki lebih sudah pasti pupuk kurang,” katanya.

Disamping itu, kata dia, para petani tidak ingin keluar biaya guna membeli pupuk tambahan. “Baru baru juga DPRD Merauke tanya kami. Pasti pupuk subsidi kurang karena 1 orang untuk 2 hektar. Dan petani tidak mau biaya keluar makanya mereka teriak,” kata Frederik.

Kata Frederik, dalam penyaluran pupuk subisidi, dinas hanya bertindak sebagai penyedia data.

“Kalau kami dari dinas sebenarnya kami hanya siapkan data saja, RDKK sekarang sudah sistem online yang langsung terkoneksi dengan pusat. SK proposal yang dari provinsi sejak tanggal 6 Januari 2021 sudah ada dan langsung kami tindak lanjut di tanggal 7 Januari 2021,” ungkapnya. Dia menambahkan, kedepannya petani akan dianjurkan menggunakan pupuk organik. “Kedepan kita harapkan tidak semua kita harus terima subsidi. Kita anjurkan juga untuk petani tidak menggunakan pupuk Kimia karena masih banyak untuk bisa dapatkan pupuk organik,” pungkas Frederik. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *