Michael Wattimena Kerap Diminta Kondisikan Suara Dari Indonesia Timur

0
Michael Wattimena

Michael Wattimena

ManokwariPSP – Kader Partai Demokrat Michael Wattimena mengaku geram dengan apa yang dilakukan rekan dan seniornya Jonny Allen Marbun yang dinilai menjelek-jelekan Ketua Majelis Tinggi Partai SBY di ruang publik.

Ditegaskan Michael yang saat ini berada di Amerika Serikat dalam rangka studi, harusnya bung Jonny Allen dapat menghormati SBY. “ Saya menghargai Bung Jonny Allen sebagai rekan dan senior  namun seharusnya tidak baik berbicara seperti itu menjelek-jelekan Partai Demokrat dan juga Pak SBY. Tidak elok dan baik Bung Jonny bicara depan umum, biar bagaimanapun juga Bung Jonny pernah ada dalam keluarga Partai Demokrat,”tegas Michael Wattimena  kepada Tabura Pos (PSP Grup) melalui pesan WhatsAppnya, Senin (1/3).

Dalam kesempatan itu juga Michael yang juga Ketua Umum DPP (IMDI) Insan Muda Demokrat Indonesia tak lain sayap Partai Demorkat yang mendapat suara pada kongres V Partai Demokrat yang juga telah  melaksanakan agenda organisasi salah satunya Kongres IMDI, mengaku kerap dikontak dan diajak bertemu Jonny Allen.

“Dalam pertemuannya dengan Jonny dirinya dijanjikan bertemu dengan Pak Moeldoko. Dalam pertemuan yang dilakukan sekitar awal bulan Januari disebutkan Jonny Allen membeberkan perihal Ketua Umum Partai Demorkat AHY,” kata dia.

Saat pertemuannya disebutkan Jonny Allen Dalam versi Michael, bahwa Jonny mengatakan AHY gagal  memimpin Partai Demokrat, bahkan tidak tepat untuk menjelaskan mengenai kegagalan kepemimpinan AHY. Bahkan Jonny Allen menyebutkan perlu adanya pergantian Ketua Umum. Namun statman tersebut ditentang oleh Michael.

“Saya bilang barometer apa AHY gagal memimpin Partai Demokrat. Saya bilang Partai Demokrat lagi bagus dan terus meningkat suaranya .” tegas mantan pimpinan Komisi IV DPR RI.

Dijelaskan pula dalam pertemuan dengan Jonny Allen dirinya diminta untuk mengkondisikan suara pimpinan DPD dan DPC untuk wilayah Indonesia Timur yaitu Maluku dan Papua Barat. “Dalam pertemuan itu kapasitas saya dinilai yang dapat mengkondisikan suara untuk Indonesia Timur, dan mungkin juga sebagai Ketua Umum DPP IMDI,” paparnya.

“Setelah pertemuan itu, Bung Jonny terus mengontak saya,namun tidak saya gubris. Bahkan lewat anak  buahnya. Saya tegaskan bahwa saya tetap setia dan solid kepada pimpinan AHY. Yakin AHY dapat menjadikan Partai Demokrat lebih baik, tentunya menghargai Pak SBY sebagai guru politik dan Guru bangsa,” jelasnya.

Michael meyakini Gerakan yang dilakukan bung jhony  tidak usah ditangapi secara berlebihan tetapi perlu tetap  diantisipasi. Terlebih sepengatahuan dirinya gerakan tersebut sudah mempunyai kesekretariatan di Hotel Aston.”Sangat wajar bilamana Ketum AHY dan Pak SBY waspada,”ujar pria yang biasa disapa BMW ini seraya menyarankan baiknya rekan dan senior membuat partai baru buat kontestasi di tahun 2024. [K&K-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *