SKIPM Ambil Sampel Ikan Di BBIL

0
SKIPM saat mengambil sampel dari BBIL Wasur untuk di uji lab kemarin.

SKIPM saat mengambil sampel dari BBIL Wasur untuk di uji lab kemarin. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Merauke (SKIPM)  mengunjungi Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Wasur milik Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, Rabu (23/2).

Kunjungan yamg dipimpin Kepala SKIPM Merauke Nikmatul Rochman itu sebagai bentuk upaya memantau penyakit ikan karantina.

Pada kesempatan itu, SKIPM juga mengambil beberapa sampel ikan guna dilakukan uji laboratorium untik memastikan benih ikan – ikan disana terbebas dari hama penyakit.

Nikmatul Rocman, dalam keterangan tertulisnya mengatakan BBIL menjadi satu-satunya peternakan ikan milik pemerintah daerah yang menyiapkan ketersediaan benih ikan untuk  keperluan masyarakat pembudidaya ikan di Kabupaten Merauke bahkan untuk kabupaten-kabupaten lain di sekitarnya.

“Ikan-ikan yang akan dikeluarkan dari BBIL Wasur untuk masyarakat tentunya harus ikan-ikan yang sehat, kami menyebutnya bebas dari penyakit ikan karantina,” ujar Anik sapaannya.

Sehingga, lanjut dia,  pengambilan beberapa sampel ikan Mas, Nila dan Lele diperlukan guna memastikan kesehatan ikan.

“Memang kami tidak melihat adanya gejala-gejala klinis atau yang tampak dari luar secara kasat mata yang disebabkan oleh virus, jamur, parasit, ataupun bakteri. Ikan-ikan semuanya terlihat sehat. Tapi semua itu harus kami buktikan melalui uji laboratorium,” ujar Anik.

Pada tahun 2020 lalu, kata Anik, SKIPM juga telah melakukan pemantauan penyakit ikan karantina di BBIL Wasur. Hasil laboratoriumnya menunjukkan bahwa ikan-ikan yang diproduksi oleh BBIL Wasur bebas dari penyakit ikan karantina.

“Ini bukan kegiatan yang pertama kalinya dilakukan oleh SKIPM Merauke. Setiap tahun kegiatan pemantauan ini kami lakukan. Tentu tujuannya untuk mendeteksi penyakit baru atau eksotik dan menyatakan suatu populasi ikan bebas penyakit tertentu,” tandasnya.

Beranjak dari BBIL Wasur, tim SKIPM juga melakukan sidak ke tempat-tempat pembudidayaan ikan yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk ikan-ikan hias yang banyak beredar di kota Merauke.

“Ikan-ikan yang menjadi target kami tahun 2021 ini adalah ikan mas, nila, lele, gurami, patin dan beberapa ikan hias seperti koi, koki, platy, molly, cupang dan udang cherax. Target penyakitnya pun spesifik misalnya Koi Herves Virus (KHV), Spring Viraemia of Carp (SVC), dan Carp erytrodermatitis yang dapat menyerang ikan mas, koi dan koki. Untuk ikan lele target penyakitnya adalah Enteric Septicaemia of Catfish (ESC) dan Furunculosis/Carp erytrodermatitis. Dan tentunya masih banyak lagi penyakit lainnya yang menjadi target pemeriksaan kami di laboratorium uji SKIPM Merauke,” tutur Anik. Dipesankan Anik, SKIPM Merauke mewajibkan untuk ikan-ikan yang akan dimasukkan ke Merauke harus lolos hasil uji laboratroium dari daerah asalnya dan disertifikasi dengan jaminan Kesehatan Ikan dari daerah Asal. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *