BKSDA akan Musnahkan Hasil Temuan Komoditas dari Satgas
Irwan Effendy
Merauke, PSP – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Merauke berencana akan melakukan pemusnahan terhadap komoditas – komoditas yang ditemukan secara illegal. Salah satunya komoditas yang ditemukan pada saat keberangkatan Satgas Pamtas beberapa waktu lalu.
“Iya, memang kami sudah amankan. Nanti ada waktu untuk dilakukan pemusnahan,”ujar Kepala BKSDA Wilayah 1 Merauke Irwan Effendy dati ponselnya kemarin.
Dikatakan Irwan, hiasan telur kasuari yang didapati itu merupakan telur yang sudah dihiasi bergambar.
“Sementara kami simpan disini, nunggu dimusnahkan,” katanya.
Sebelumnya, tim gabungan pemeriksaan pada keberangkatan Satuan Tugas Pengamanan perbatasan di Pelabuhan Merauke kemarin, menemukan komoditas dilindungi yang dibawa oleh oknum penjaga tapal batas.
Hal itu sebagaimana disampaikan Fungsional Medik Veteriner Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke Drh. Chandra saat diwawancara via seluler, Senin (8/2).
Disampaikan, tim gabungan baik Karantina Pertanian, BKSDA, Kehutanan dan Pomal sudah melakukan pemeriksaan komoditas dilindungi pada keberangkatan Satgas tersebut.
“Dari tim gabungan sudah lakukan pemeriksaan hari Minggu kemarin. Dari pemeriksaan itu ditemukan komoditas dilindungi,” ujar dokter Chandra.
Adapun komoditas tersebut, ungkapnya, berupa telur hias kasuari dan anggrek.
“2 butir telur kasuari yang sudah di hias dan ditemukan 2 kotak beriskan anggrek dan kelapa,” bebernya.
Dikatakan dokter Chandra, komoditas tersebut langsung diserahkan ke BKSDA
“Langsung ditahan dan diserahkan ke BKSDA tanpa melalui karantina.
Sementara ada produk yang kami sertifikasi karantina berupa sarang semut sebanyak 3 kilo, dan bibit kelapa hias sebanyak 4 pohon, karena bukan termasuk produk yang dilindungi,” terang dia.
Dikatakan Chandra, bahwa pemeriksaan itu merupakan sebagau bentuk sinergitas mencegah keluar masuk penyakit ke suatu daerah. “Ini sebagai bentuk sinergitas menerapakan undang – undang, terlebih fungsi kami mencegah keluar masuk penyakit dan juga melindungi kelestarian daya alam,” pungkasnya. [ERS-NAL]
