Masyarakat Perbatasan Sangat Membutuhkan Bantuan Kesehatan
Prajurit Pamtas memberikan pemgobatan bagi warga perbatasan RI-PNG. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Masyarakat yang mendiami daerah perbatasan RI-PNG, Kabupaten Boven Digoel, terlebih orang Papua, sangat membutuhkan bantuan kesehatan. Apalagi di daerah yang lumayan susah diakses. Hal itu disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif 122/TS, Mayor Inf Raden Sukmadjidibrta, usai melihat kegiatan bantuan kesehatan di Kampung Getentiri dan Kampung, Jungkia, Distrik Jair, Senin (15/2).
Dansatgas menyebut, pihaknya telah turun ke kampung-kampung untuk mengetahui apa yang menjadi keluhan masyarakat setempat. Setelah itu, petugas kesehatan yang dipimpin langsung oleh dokter kesehatan Satgas turun. Masyarakat sangat antusias dengan adanya bantuan kesehatan yang diberikan.
“Menuju dua kampung itu, butuh dua jam perjalanan dengan menyeberangi sungai Digoel,” terangnya.
Berkaca dari apa yang telah dilaksanakan, maka pelaksanaan bantuan kesehatan akan rutin dilaksanakan dibeberapa perkampungan, termasuk warga yang berada di sekiatr pos pamtas.
Letda Ckm. dr. Aan Andrian, selaku dokter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, menyebut keluhan yang dialami masyarakat yakni demam, penyakit kulit dan batuk berdahak. Lalu, kurangnya mengkonsumsi vitamin sehingga tubuh melemah dan terasa sakit.
Salah satu wargam, Api Ondo Alfons Korarop, menyebut, kendala di perkampungan itu berupa transportasi untuk menuju diperkotaan dalam kepentingan berobat. Maka, pihaknya sangat mengapresiasi kepedulian prajurit dari satuan Yonif 122/TS, yang sudah mau membantu. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI disini,” katanya penuh bangga.[FHS-NAL]
