Unmus Berduka, Prof. Philipus Betaubun Tutup Usia

0
Tampak pihak keluarga berada di ruang jenazah menunggu almarhum Prof. Dr. Philipus Betaubun,MT untuk dikebumikan.

Tampak pihak keluarga berada di ruang jenazah menunggu almarhum Prof. Dr. Philipus Betaubun,MT untuk dikebumikan. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP –Orang nomor satu di lingkungan Universitas Musamus Merauke Prof. Dr. Philipus Betaubun, MT tutup usia di RSUD Merauke, Kamis (21/1) sekitar pukul 15.43 Wit.

Rektor Universitas Musamus ini pergi meninggalkan seorang istri dan dua anak pada usianya yang menginjak 50 tahun.

Seluruh civitas akademik Universitas Musamus merasa kehilangan atas kepergian sang rektor. Hal itu nampak terlihat saat para dosen dan staf Universitas Musamus serta para mahasiswa mengunjungi RSUD Merauke untuk menyampaikan rasa duka.  

Tampak pula di RSUD  hadir Wakil Ketua II DPRD Merauke Dominikus Ulukyanan,S.Pd.

Juru Bicara Covid-19 Merauke dr. Nevile R. Muskita, mengatakan sang rektor sudah dirawat sejak tanggal 15 Januari 2021 lalu di IGD Covid-19 RSUD.

Dan dinyatakan terpapar Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan swab TCM.

“Keluhan tertanggal 15 Januari itu karena sesak napas dan dirawat hingga tanggal 20 Januari 2021. Pemeriksaan saturasi 02 terus menurun dan hasil swab TCM nya terkonfirmasi Covid-19,” jelas Nevile.

Sementara itu, Thiasonny Betaubun yang merupakan adik kandung Prof. Dr. Philipus Betaubun,MT, mengatakan pihak keluarga merasa kehilangan atas kepergian sang kakak.

“Pihak keluarga sudah berupaya dengan segala hal, ternyata kehendak manusia lain dengan kehendak Tuhan,” ujar Sonny di ruang jenazah RSUD kemarin.

Sonny tak menampik, bahwa sang kakak terpapar Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan yakni asma dan darah tinggi.

“Ia ada Covid, ditambah adanya penyakit bawaan asma dan darah tinggi , itu menjadi sebab akibat,” kata Sonny.

Dilanjutkan Sonny, bahwa sang kakak hari kedua sejak dirawat di RSUD sudah dinyatakan terpapar Covid-19.

Sonny menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh civitas akademi Universitas Musamus dan RSUD Merauke yang langsung bertindak cepat.

“Terimakasi perawatan medis cukup, tapi Tuhan lebih mencintainya,” kata Sonny.

Terkait adanya perjalanan luar daerah, lanjut Sonny, sang kakak terpapar Covid-19 bukan dari luar daerah. “Kena Covid bukan harus dari luar daerah, di sekeliling kita ini semua, apalagi beliau menaungi lembaga besar banyak orang di sekitar,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *