Di Merauke Kematian Beruntun Akibat Covid-19 Menyerang Lansia
dr. Nevile R. Muskita
Merauke, PSP – Semakin hari keadaan Kabupaten Merauke semakin parah akibat Covid-19. Terhitung sudah mencapai 16 orang dinyatakan meninggal dunia dalam tiga minggu terakhir karena terpapar virus yang belum ada obatnya ini.
Kematian akibat Covid-19 dalam bulan ini pun beruntun. Tanggal 5 Januari 2021 tim medis menyatakan satu orang wanita usia 45 tahun meninggal akibat Covid, 6 Januari 2021 menyusul wanita 50 tahun, 7 Januari 2021 menyusul lagi wanita 44 tahun, 10 Januari 2021 dua orang sekaligus dinyatakan meninggal, wanita usia 68 tahun sedangkan pria usia 28 tahun, 12 Januari 2021 perempuan 56 tahun dan laki – laki usia 57 tahun dan tanggal 13 Januari 2021 perempuan usia 87 tahun kembali dinyatakan meninggal dunia setelah terkonfirmasi Covid-19.
Juru Bicara Covid-19 Merauke dr. Nevile R. Muskita mengatakan pasien ke-15 yang meninggal dunia pada 12 Januari 2021 merupakan seorang laki – laki usia 57 tahun.
“Ini merupakan pasien rujukan RSBP 9 Januari 2021, dia mengeluh sesak napas. Nampak saturasi O2 nya menurun, hasil pemeriksaam TCM terkonfirmasi positif covid-19,” kata Nevile.
Diruang rawat ICU, lanjut dia, hasil pemeriksaan laboratorium terdapat gangguan fungsi ginjal dan dilakukan Haemodialisa (cuci darah).
“Kondisi pasien terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.
Sedangkan pasien ke-16 kata Nevile, adalah pasien wanita 87 tahun rujukan RSBP.
“Dirujuk dari RSBP hari ini (kemarin,red) pukul 00.30 Wit dengan keluhan sesak napas,” ungkapnya.
Pasien ini, lanjut Nevile, juga memiliki riwayat demam dan batuk. “Hasil rapid test reaktif, ada riwayat demam dan batuk sebelumnya, hasil TCM terkonfirmasi positif covid-19, keadaan umum terus memburuk dan akhirnya pasien meninggal dunia pukul 13.42 Wit tadi,” pungkasnya. [ERS-NAL]
