Warung Makan ‘Esek-esek’ Kembali Marak di Tanah Merah
Matius Mewakim
Tanah Merah, PSP – Oktober 2020 masyarakat turun ke jalan berunjuk rasa karena menjamurnya warung esek-esek di Tanah Merah. Kehadiran warung esek-esek ini membuat resah masyarakat. Akibatnya, mereka menutup paksa warung esek-esek tersebut dan pada saat itu juga pemerintah daerah langsung turun tangan dan menyegel tempat prostitusi berkedok warung makan tersebut. Tetapi, saat ini Warung makan ‘esek-esek’ tersebut kembali marak. Satu persatu, warung makan esek-esek kembali buka seperti sebelumnya.
Tokoh Pemuda Boven Digoel, Matius Maweki yang juga sebagai sekertaris Gerakan Anti Miras (GAM) Kabupaten Boven Digoiel membenarkan kondisi tersebut. Sebagai tokoh pemuda, dirinya tidak kaget dengan aktifitas Warung Makan berkedok esek-esek yang kembali marak di Tanah Merah.
Dikatakan Matius, untuk saat ini pemuda yang tergabung dalam GAM tidak bisa berbuat banyak, karena saat ini Boven Digoel memasuki pesta demokrasi yakni Pilkada. Tentu saja dengan adanya Pilkada ini membuat suhu politik tinggi, dan akan berdampak, buruk jika para pemuda langkah-langkah. “ Hal tersebut akan dibicarakan ketika Pesta demokrasi sudah selesai,” tegas Matius kepada Papua Selatan Pos, kemarin.
Namun menurut Matius, dirinya tidak menjamin, ketika miras maupun Warung Makan esek-esek ini kembali menelan korban jiwa, maka aksi yang dilakukan pada Bulan Oktober lalu akan terulang kembali. Sehingga diharapkan bagi pengusaha-pengusaha warung, bukalah usaha sesuai dengan perijinan yang di keluarkan pemerinta. Jangan usaha warung makan tetapi didalamnya tersediah Transaksi Sex bebas. “Kita juga sudah lihat mana yang warung benar mana warung yang tidak benar, tetapi ini nanti kita akan bicarakan. Namun saat ini situasi politik jadi. Karena ini fakta bukan saja miras yang bisa memakan korban, tetapi warung makan esek-esek ini juga sudah makan korban jiwa. Apalagi keberadaan warung-warung ini pas di ibu kota tanah merah,” pungkasnya. [VER-NAL]
