Wamen PUPR ‘Meradang’ Lihat Kondisi PLBN Sota

0
Wamen PUPR tampak memegang handphone berkomunikasi dengan Kabalai Cipta Karya mengenai pemeliharaan PLBN Sota (2)

Wamen PUPR tampak memegang handphone berkomunikasi dengan Kabalai Cipta Karya mengenai pemeliharaan PLBN Sota. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP –  Lapor dan tulis bagus, tetapi kenyataan yang ada di lapangan justru sebaliknya. Itulah gambaran temuan yang didapat oleh Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo,SH.,MH pada saat meninjau langsung kondisi PLBN di Sota.

Wamen pun dibuat meradang dengan kondisi yang terlihat jelas di matanya. Kondisi PLBN terlihat tampak semrawut. Melihat kondisi tersebut, Wamen langsung memerintahkan memanggil pihak penjaga yang ada di PLBN Sota.

Kepada penjaga Wamen langsung bertanya, “Mengapa taman – taman  seperti ini, pengelola taman siapa? Pihak ketiganya siapa? Ini bukan asal bangun baru dibiarkan begitu saja, gimana presiden mau resmikan kalau begini, ” tanya Wamen.

Kemudian dijawab oleh pihak penjaga, mereka hanya ditunjuk untuk stand by di PLBN Sota. “Kami ditunjuk untuk stand by disini, mesin babat kemarin sudah ada dua buah, tapi kami kendala di BBM”.

Wamen langsung menghubungi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Papua Ditjen Cipta Karya melalui seluler Kepala BWS Papua Merauke Yulianus Membrasar. Usai bicara dengan di telephone Wamen kemudian menyampaikan selama ini, mengenai laporan pekerjaan dan kondisi PLBN Sota dilaporkan baik dan tertulis baik. “Namun saat diskusi rapat pimpinan di Jakarta terungkap bahwa banyak yang belum tuntas di PLBN Sota,” ungkap Wetipo kepada wartawan di Sota.

Dirinya akan melaporkan kondisi dan situasi yang ditemukan di lapangan kepada Menteri PUPR. “Saya akan laporkan dan buat nota dinas ke Menteri bahwa kondisi PLBN yang sudah di kerjakan ini seperti ini. Sehingga ada arahan yang diberikan buat kita agar lebih fokus,” tegas Wamen.

Dengan sedikit nada kesal Wamen mengatakan selama ini, pihak Kementerian dapat report yang bagus- bagus saja, tapi kondisi lapangan beda dengan yang dilaporkan. “Kalau bicara diresmikan, maka penataan harus lebih bagus dulu, karena ini bukan hanya sekedar kita bangun. Penataan juga akan menentukan estetika apa yang dikerjakan disini. Apalagi ini menjadi salah satu wajah negara,” kata Wamen menerangkan.

Dirinya sendiri sudah menghubungi Kepala Balai Cipta Karya supaya bisa melihat kondisi yang ada di lapangan, jangan sampai saya report, dan beliau dianggap melalaikan tugas. Apalagi yang saya terima laporan dengan kondisi disini beda,” tegas Wamen. Wamen menegaskan,akan mencari tahu siapa pihak ketiga yang bertanggung jawab mengenai PLBN Sota saat ini sebelum nantinya diserahkan ke Badan Perbatasan.  “Nanti saya akan cari tahu, ini tugas siapa? Jangan setelah proyek selesai, kemudian tanggung jawabnya tidak ada. Itu tidak boleh. Apalagi tadi keluhan anak – anak baru dibelikan mesin babat 2 buah satu minggu lalu. Sedangkan rumputnya sudah tinggi sekali. Bahan bakar juga tidak ada, mereka juga mengaku beli sendiri. Artinya kalau ini adalah tugas negara, maka sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, janganlah di bebani anak – anak honorer yang di kasih uang pas – pasan kemudian dan membeli BBM,” beber Wamen. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *