Belum Sempat Mendapat Penanganan Medis, ABK Kapal Hembuskan Nafas Terakhir
Jenazah KKM Kapal LCT dibawa ke Puskesmas Kimam untuk diotopsi, kemarin. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Matheus, kepala kamar mesin (KKM) kapal LCT.Nurul Ihcsan 05 menghembuskan nafas terakhir, saat kapal berlayar, tepatnya di perairan Muara Safan Selat Mariana, Kimam, Kabupaten Merauke, Senin (23/11), sekira pukul 07.45 Wit.
Kapolres Merauke melalui Kasubag Humas, AKP Ariffin,S.Sos, mengemukakan kapal bermuatan BBM itu bertolak dari Merauke menuju Bade. Dalam perjalanan, kapal mengalami trouble mesin lampu. Korban bersama rekan kerjanya, bertolak menuju ruang mesin untuk memeriksa kerusakan. Ketika itu, tiba-tiba korban terjatuh lalu pingsan. Rekan korban lalu membawanya ke ruang akomodasi guna memberikan pertolongan pertama.
Hanya saja, belum juga ada tanda-tanda membaik dari korban. Setelah kapal LCT berada di depan sekitar perairan Kampung Kumbis, ABK lainnya mencari speedboat dengan maksud membawa korban ke Kimam. Sayangnya, belum tiba di Puskesmas, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
“Waktu diotopsi luar, hasilnya tidak ditemukan tanda kekerasan. Analisa tim medis, korban meninggal sebabkan karena serangan jantung,” beber AKP Ariffin, kemarin. Kasubag Humas menambahkan, direncanakan jenazah koban diterbangkan ke Merauke untuk dimakamkan menggunakan pesawat carteran ( SAM AIR ).[FHS-NAL]
