Ribuan Nelayan Merauke Tolak Kapal Trawl China, Khawatir Ancam Penghasilan Lokal

0
Para nelayan di Papua Selatan yang tergabung dalam HNSI ketika berunjuk rasa di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke.

Para nelayan di Papua Selatan yang tergabung dalam HNSI ketika berunjuk rasa di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke.

Merauke, PSP – Lebih dari seribu nelayan di Merauke, Provinsi Papua Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan dua kapal trawl asal China yang saat ini bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, Senin (20/4).

Aksi tersebut dipimpin Ketua DPD HNSI Papua Selatan, Taufik Latarissa, dengan mendatangi Kantor Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke. Para nelayan menyuarakan kekhawatiran atas potensi aktivitas penangkapan ikan oleh kapal-kapal tersebut di perairan Laut Arafura.

Dua kapal trawl yang dilaporkan memiliki teknologi penangkapan lebih canggih itu dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan lokal. Nelayan Merauke menilai kehadiran kapal asing akan mempersempit ruang tangkap dan menurunkan hasil tangkapan mereka.

“Terkait dua kapal yang akan beroperasi di Laut Arafura, perlu dilihat bagaimana dampaknya terhadap daerah dan kesejahteraan nelayan. Saat ini saja kondisi nelayan lokal sedang tidak baik,” kata Latarissa.

Ia menegaskan, nelayan saat ini sudah menghadapi penurunan hasil tangkapan yang signifikan. Kehadiran kapal trawl asing dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi ekonomi mereka.

“Kalau ini sampai mengganggu pendapatan nelayan, siapa yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan kami? Kami bukan musuh negara, kami hanya ingin mencari makan tanpa diganggu,” ujarnya.

Selain itu, para nelayan juga mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali kebijakan zona penangkapan ikan, khususnya jika keberadaan kapal asing terbukti merugikan nelayan lokal.

Menurut Latarissa, saat ini banyak nelayan berada dalam tekanan ekonomi, bahkan terlilit utang akibat penurunan pendapatan yang drastis. Ia menyebut perairan Arafura kini didominasi kapal-kapal dari luar Papua Selatan.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Selatan, Paino, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi nelayan ke pemerintah pusat.

“Kami akan memperjuangkan nelayan, dan bila perlu melibatkan perwakilan nelayan untuk ke Jakarta guna menyampaikan langsung aspirasi sekaligus berdialog dengan pemerintah pusat,” kata Paino. Hadir dalam unjuk rasa itu Kepala PPN Merauke, Susanto Masita, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merauke,. Leunard H. F. Rumbekwan, Anggota DPR Provinsi Papua Selatan, Sdr. Charles Gomar. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *