DPC Gerindra Labuhkan Hati ke Romanus Mbaraka

0
DPC Partai Gerindra Merauke menunjukkan surat keputusan DPD terkait dukungan ke pasangan Romarin.

DPC Partai Gerindra Merauke menunjukkan surat keputusan DPD terkait dukungan ke pasangan Romarin.Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Pasca pasangan Hero tidak mendapatkan tiket dari KPU untuk menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) Merauke 2020, akhirnya DPC Partai Gerindra Kabupaten Merauke yang dulunya pengusung pasangan Hero kini menyatakan sikap untuk tetap ikut memeriahkan kontestasi pemilihan bupati periode 2021-2024.

DPC Partai Gerindra dengan resmi melalui surat keputusan DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, melabuhkan hati ke pasangan Calon Bupati Romanus Mbaraka dan Wakil Bupati H. Riduwan.

Hal itu disampaikan melalui pembacaan surat keputusan DPD Gerindra oleh Wakil Ketua 4 DPC Gerindra Merauke Budi Cahyono bersama kader Partai Gerindra di hadapan awak media di Coreinn Hotel, kemarin.

Adapun isi surat keputusan itu memerintahkan  DPC Gerindra Merauke yang memiliki 3 kursi di legislatif, dengan seluruh kekuatan untuk memenangkan pasangan Romarin.

Keputusan DPD itu, dengan mempertimbangkan bahwa Romanus Mbaraka adalah kader Partai Gerindra atau Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Merauke sejak tahun 2015. Dan SK tersebut masih berlaku hingga saat ini.

“Ini hasil koordinasi DPD dengan DPP karena Gerindra disini bukan lagi sebagai pengusung tapi pendukung,” ujar Moses Kaibu yang adalah kader Partai Gerindra.

Dikatakan Moses, keputusan tersebut adalah perintah atasan yang mesti dilaksanakan.

“Ini adalah perintah, kami tidak bisa tergantung dengan situasi saat ini maka kami harus menentukan sikap sebab waktu pun hanya tinggal 30 hari,” kata Moses.

Disebutkan Moses, pasca pasangan Hero tidak mendapatkan tiket ke Pilkada, sedianya DPC Gerindra menunggu surat dari pasangan Hero.

“Sedianya kami menunggu surat dari pasangan Hero bahwa Hero tidak ditetapkan oleh KPU, tapi sampai hari ini tidak ada surat ke DPC bahwa pasangan ini tidak lolos. Harusnya ada surat ke DPC sebagai koordinasi, tapi tidak ada,” tegas Moses.

Dengan alasan itu, Moses bilang, Partai tidak boleh berdiam diri. “Partai tidak boleh berdiam diri ini berkaitan nama besar partai,” pungkas Moses. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *