Thiasony: Kalau Sekolah Mau Buku, Harus Aktifkan Dulu Perpustakaan Sekolah

0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Merauke, Thiasony Betaubun

Thiasony Betaubun, S. Sos, M. Pd, MM

Merauke, PSP – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Thiasony Bataubun menegaskan bahwa bagi sekolah yang mengalami kekurangan buku di perpusatakaan, maka harus mengusulkan kepada Dinas Pendidikan untuk kemudian akan di bari bantuan buku.

“Memang tahun ini ada buku, kalau memang sekolah mau, itu harus diusulkan, kalau tidak diusulkan bagaimana kita bisa tahu. Selama belum usul, kita tidak akan mungkin drop buku kesana,” ujaranya kepada saat peresmian perpusatakaan darah Merauke, Selasa (27/10).

Sony menambahkan, apabila tidak ada sekolah yang mengusulkan pengadaan buku. Maka biasanya pihaknya akan akan mengutamakan bagi sekolah didarah-darah terisolir. “Kalau tidak ada yang minta kita akan utamamakan ke daerah terisolir,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap, bagi sekolah yang hendak mengusulkan pengadaan buku, maka wajib hukumnya agar mengaktifkan perpusatakaannya terlebih dahulu.   “Saya harapkan perpusatakaan disekolah dihidupkan dulu. Kalau tidak dihidupkan jangan sampai berharap buku akan datang,” tegasnya.

Penegasaan-penegasan ini ia sampaikan sebagai respon atas permintaan beberapa guru yang mengelauh karena kurangnya buku diperpustakaan masing-masing sekolah. Misalnya, salah seorang guru di MI Al-Ma’arif NU, Indah menceritakan bawa jumlah siswa dan buku disekolahnya tidak sebanding. 

“Kami di MI al-Ma’araf ada 800 siswa, perpustakaan ada, Cuma saat ini kami hanya memiliki 200 an judul buku,” sebutnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *