Belum ada Kelanjutan, Soal Pengiriman 640 Ton Beras ke Luar Merauke
Djabiruddin
Merauke, PSP – Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Merauke, Djabiruddin mengaku belum ada komunikasi lanjutan terkait rancana pengiriman 640 ton beras keluar Merauke. Satetmen pengiriman beras ini sebelumnya di kemukakan oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan bidang Keamanan dan Kemaritiman, Buyung Lalalan, di Binaloka, Pekan lalu.
Kepada Papua Selatan Pos, Dabiruddin mengaku bahwa apabila ada program pengiriman keluar, maka terlebih dahulu harus ada perintah dari kantor Bulog Pusat. Kemudian, ia juga memastikan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapat petunjuk lanjutan soal hal ini.
“Saya tidak ada yang kesitu, kalau Bulog kan jelas harus ada perintah dari kantor pusat. Kalau mereka ndak tau dimana, muat dimana, saya belum tau,” ujar Djabiruddin, melalui sambungan telepon, Senin (27/10).
Selain itu, menurut Dabirrudin, salah satu persolan sulitnya pengiriman beras keluar Merauke adalah akibat mahalnya ongkos kirim keluar, salah satunya melalui kapal laut.
“Kalau bulog cocok biaya angkutnya, itu langsung dieksekusi. Misalnya ke Timika, itupun tanpa komunikasi perhubungan, karena langsung perintah angkut. Berarti kapal yang dipake selama ini mitra angkutan,” ujarnya. [WEND-NAL]
