Perbaikan Jalan di Bokem, Bupati : Semua harus bersatu menyatakan sikap

0
Masyarakat Bokem Serempak Pinta Perbaikan Jalan

Masyarakat Bokem Serempak Pinta Perbaikan Jalan. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Masyarakat Kampung Bokem, Distrik Merauke serempak meminta agar Pemda Merauke melakukan perbaikan jalan poros Distrik Noukenjerai yang saat ini kondisinya kian parah dan memprihatinkan. Aspirasi ini disampaikan langsung di depan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, saat perhelatan HPS di Kampung Bokem, Kamis (22/10).

“Hanya satu permintaan kami dari masyarakat, yaitu jalan. Dari tahun ke tahun kami berteriak jalan. Dimusim hujan kami mandi lumpur, dimusim panas kami mandi abu. Jadi bapak bupati kami minta tolong sekali lagi, tolong jalan kami diperbaiki. Karena hasil pertanian baik, tapi kalau jalan tidak baik siapa mau ambil,” ujar Ketua Bamuskam Kampung Bokem.

Mendengar keluhan itu, Bupati Merauke, Frederikus Gebze menjawab bahwa seyogianya jalan akan dibangun. Namun karena ada penolakan oleh beberapa warga di Distrik Noukenjerai, sehingga proyeknya dibatalkan dan dialihkan ke proyek yang lain.

“Sebenarnya kita sudah mau bangun, itu anggaranya 40 milyar. Saya juga terus terang, yang menolak itu juga masyarakat dari sini, ada yang palang. Dari pada dana itu tidak digunakan, sehingga dananya kita alihkan ke yang lain,” ujar Fredy.

Freddy menilai, bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya jalan sangat kurang. Menurutnya, masyarakat lebih mementingkan keperluan sepihak. “Kenapa jalan masih begitu, karena kesadaran belum dibangun masyarakat sendiri. Karena kalau jalan itu dibangun, terus tiap hari trek pasir lewat, tetap akan kembali seperti semula,” jelas Fredy.

Selain itu, ia mengaku bahwa pemerintah kesulitan mengabungkan antara kepentingan sebagian masyarakat dan kepentingan masyarakat lainnya. “Pemerintah memang bisa bertindak, tapi punya batasan. Nah dua hal ini tidak bisa ketemu. Ada yang bilang, kamu tidak kasih makan kita jadi terpaksa kita jual pasir,” tuturnya.

Menurut Freddy, jika masyarakat berkenan dilakukan perbaikan jalan, maka harus membuat pernyataan dan kesepakatan yang ditandangani berbagai unsur.

“Kita mesti ada komitmen yang ditandatangani semua pihak. Mungkin nanti bulan depan kita bicara dulu, kalau siap baru kita ambil langkah. Semua harus bersatu, supaya tahun 2021 bisa dikerjakan. Semua harus bersatu menyatakan sikap,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *