Ingin Kembangkan Padi Organik, Petani Minta Alsintan Khusus
Ketua Gapoktan Kampung Bokem, Simon Wollo
Merauke, PSP – Petani padi di Kampung Bokem Distrik Merauke meminta alsintan khusus untuk pengolahan dan pengelolaan padi organik. Pasalnya, tanaman padi dengan sistem tanam organik, alat pengelolaannya tidak bisa dicampur dengan alat pertanian untuk padi non organik.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Bokem, Simon Wollow, mengungkapkan bahwa petani lokal dikampungnya sebagain besar telah menggunakan sistem tanam organik. Namun karena tidak didukung dengan alat pertanian yang memadai, sehingga belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Pertama kalau kita mau sertifikasi ke pertanian organik banyak syaratnya. Kemudian karung yang dipake tidak bolah yang pernah dipake oleh padi dengan bahan kimia, alat seperti combine tidak bisa untuk mengolah atau mengiling padi organik, ditambah lagi pengilingan padi tidak bisa campur dengan padi yang pake kimia. Ini yang membuat padi organik tidak bisa digunakan disini,” katanya Simon, dalam puncak acara HPS, di Kampung Bokem, Distrik Merauke, kemarin.
Kepada Pemerintah Daerah, imbuh Simon, ia meminta agar membatu para petani alat pertanian yang memadai. “Pemerintah Daerah kalau bisa bantu petani organik kita dengan combine, pengilingan sendiri khusus untuk padi organik,” ujarnya. Merespon hal ini, Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengungkapkan bahwa akan mengarahkan SKPD terkait untuk membantu persoalan petani lokal di Kampung Bokem. “Nanti khusus yang organik, sama Dinas Petanian Pangan, nanti coba kita lihat dan carikan solusinya,” ujarnya Fredy. [WEND-NAL]
