Pemda Boven akan Terapkan Rapid Test Berbayar Bagi Pelaku Perjalanan
Ilustrasi
Tanah Merah, PSP – Melihat tingginya kebutuhan Repid Test di Boven Digoel, Pemerintah Daerah merencanakan akan memberlakukan Repid Test berbayar bagi pelaku perjalanan keluar daerah yang menggunakan Pesawat.
Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Boven Digoel, H. Syahib mengatakan rapid test berbayar yang dibebankan kepada pelaku perjalanan sudah berlaku di semua daerah, sementara untuk boven digoel masih dibebankan kepada pemerintah. Untuk itu pemerintah daerah boven digoel juga akan menerapkan rapid test berbayar yang akan dibebankan kepada pelaku perjalanan.
“ Rapid test yang dibebankan kepada pemerintah, tentu sangat menelan anggaran yang cukup besar. Sementara masih ada sector-sektor lain yang membutuhkan anggaran sehingga dalam waktu dekat ini pemerintah akan memberlakukan repid test berbayar,” terang H. Syahib saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut H. Syahib, terkait dengan Rapid Test berbayar, pihak tim gugus akan bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini Klinik Swasta untuk pengadaan Rapid test dan melakukan pemeriksaan sebagaimana yang sudah berlaku dibeberapa daerah. Sementara untuk untuk biaya Rapid Tes Sendiri diperkirakan dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu Rupiah.
“Diperkirakan biaya rapid test berkisar antara dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah. Ini baru perkiraan karena belum ada kesepakatan yang final berapa, itu hanya bagi pelaku perjalanan yang menggunakan pesawat baik ke merauke atau ke Jayapura. Sementara untuk yang datang dari luar daerah tentu akan ditangani langsung tim treshing yang repid testnya tidak dibayarkan,” pungkasnya. [VER-NAL]
